Banjir Kiriman Rendam 125 RT di Jakarta, Bendung Katulampa Siaga 3

banner 468x60

KawanJariNews.com – Banjir kiriman kembali melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Jumat pagi (23/1/2026) setelah debit air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan dan berstatus Siaga 3, menyebabkan sedikitnya 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Ibu Kota terendam banjir dengan ketinggian hingga 150 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa genangan banjir terjadi di beberapa wilayah administrasi Jakarta, dengan dampak terparah tercatat di Jakarta Selatan sebanyak 55 RT terdampak. Sementara itu, Jakarta Barat mencatat 38 RT terendam, termasuk kawasan Rawa Buaya dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama dan mengganggu mobilitas masyarakat. Beberapa ruas yang terdampak antara lain Jalan Daan Mogot dan Jalan Srengseng Raya, dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 65 sentimeter, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dan kemacetan.

BPBD DKI Jakarta menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Ciliwung, khususnya kawasan Puncak, Bogor, yang meningkatkan debit air menuju Jakarta. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan daya tampung sistem drainase perkotaan.

Berdasarkan data petugas jaga Bendung Katulampa, ketinggian muka air mengalami fluktuasi sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, tinggi muka air tercatat 90 cm dengan status Siaga 3. Selanjutnya, pada pukul 05.00 WIB, ketinggian turun menjadi 60 cm dan berstatus Siaga 4. Namun, pada pukul 10.00 WIB kembali meningkat menjadi 70 cm dan pada pukul 12.00 WIB mencapai 100 cm, sehingga status kembali ditetapkan Siaga 3.

Dengan ketinggian 100 cm, debit air yang mengalir ke Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 13.000 liter per detik dan diprediksi tiba di wilayah Jakarta dalam waktu 10 hingga 12 jam setelah pencatatan.

Baca Juga  Banjir Rendam Kawasan Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Genangan Capai 80 Sentimeter

Petugas menjelaskan bahwa Bendung Katulampa berfungsi sebagai bendung pemantauan atau sistem peringatan dini, bukan sebagai pengendali aliran air. Data ketinggian air di Katulampa menjadi acuan bagi instansi terkait di Jakarta, termasuk BPBD DKI Jakarta dan petugas Bendung Manggarai, untuk melakukan langkah kesiapsiagaan.

Kenaikan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 menjadi indikator potensi banjir kiriman bagi wilayah Jakarta, meskipun dampak langsung di kawasan Bogor relatif terbatas. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan warga di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, terutama di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi resmi dari BPBD DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air, dan BMKG, serta melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan risiko dampak banjir. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pemantauan debit air dan kondisi wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *