KawanJariNews.com – JEMBER — Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP., bersama Eko Wahyu Pramono menyerahkan buku berjudul Merebut Independensi Pengadilan Pajak: Keadilan Fiskal, Konflik Kepentingan, dan Masa Depan Reformasi kepada Direktur Utama Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.T.P., M.P., beserta jajaran kampus pada Senin, 11 Mei 2026, di lingkungan Politeknik Negeri Jember.
Penyerahan buku tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan serta turut dihadiri Agus Riyanto, S.E., M.Si. bersama jajaran Politeknik Negeri Jember lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi hukum dan perpajakan di lingkungan akademik, khususnya terkait isu independensi Pengadilan Pajak, keadilan fiskal, dan reformasi kelembagaan dalam sistem penyelesaian sengketa perpajakan di Indonesia.
Buku Merebut Independensi Pengadilan Pajak: Keadilan Fiskal, Konflik Kepentingan, dan Masa Depan Reformasi membahas berbagai persoalan mengenai posisi kelembagaan Pengadilan Pajak, tantangan independensi lembaga peradilan pajak, hingga pentingnya kepastian hukum dan perlindungan hak wajib pajak dalam sistem perpajakan nasional.
Melalui buku tersebut, Yulianto Kiswocahyono dan Eko Wahyu Pramono mendorong agar pembahasan mengenai reformasi Pengadilan Pajak tidak hanya berkembang di kalangan praktisi hukum dan perpajakan, tetapi juga menjadi bagian dari diskursus akademik di perguruan tinggi.
Penyerahan buku kepada Direktur Utama Politeknik Negeri Jember beserta jajaran kampus juga disebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus kontribusi pemikiran kepada dunia pendidikan tinggi.
Eko Wahyu Pramono menyampaikan bahwa penyerahan buku tersebut menjadi bentuk rasa terima kasih kepada Politeknik Negeri Jember sebagai almamater tempat dirinya menempuh pendidikan.
“Saya menyerahkan buku ini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada kampus almamater yang saya cintai dan banggakan. Politeknik Negeri Jember memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan saya,” ujar Eko Wahyu Pramono.
Menurut Eko, buku tersebut lahir dari perhatian terhadap pentingnya tata kelola peradilan pajak yang independen, adil, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun wajib pajak.
“Buku ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperluas pemahaman mengenai pentingnya independensi Pengadilan Pajak dan keadilan fiskal. Kami berharap buku ini dapat menjadi bahan bacaan dan diskusi yang bermanfaat di lingkungan akademik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP., menyampaikan bahwa penguatan literasi hukum pajak perlu terus dilakukan, termasuk melalui ruang-ruang akademik.
Menurut Yulianto, persoalan perpajakan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban warga negara terhadap negara, tetapi juga menyangkut aspek keadilan, perlindungan hak wajib pajak, serta tata kelola lembaga penyelesaian sengketa yang independen dan profesional.
“Pengadilan Pajak memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan antara kewenangan negara dan hak wajib pajak. Karena itu, pembahasan mengenai independensi lembaga ini perlu terus dibuka, termasuk di lingkungan akademik,” ujar Yulianto.
Yulianto diketahui merupakan konsultan pajak senior yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Fiskal KADIN Jawa Timur serta Ketua DPC Sidoarjo FERADI WPI.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka, baik, dan penuh kekeluargaan. Penyerahan buku menjadi momentum silaturahmi antara penulis, praktisi hukum pajak, alumni, dan pihak Politeknik Negeri Jember.
Kegiatan tersebut juga dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi dalam mendorong pengembangan literasi hukum serta reformasi kelembagaan di bidang perpajakan.
Melalui penyerahan buku itu, Yulianto Kiswocahyono dan Eko Wahyu Pramono berharap diskusi mengenai keadilan fiskal, reformasi kelembagaan, dan independensi Pengadilan Pajak dapat semakin dikenal luas, khususnya di kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.










