Workshop Pendidikan di Purwokerto Soroti Pergeseran Paradigma dari Kompetisi ke Kolaborasi

banner 468x60

KawanJariNews.com – PURWOKERTO – Kepala Sekolah dan perwakilan sekolah menengah pertama (SMP) se-wilayah Barlingmascakeb berkumpul di Luminor Hotel Purwokerto pada Selasa (27/1/2026). Pertemuan tersebut dalam rangka workshop bertajuk “Leading Intercultural School: Building Minded Education” guna membahas adaptasi kurikulum, tantangan profesi pengajar dan anak didik di era global.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh SMA Soteria Mahardika berkolaborasi dengan Nusa Widyantara Indonesia (NWI) dengan menghadirkan dua narasumber di bidang kebijakan dan praktisi pendidikan, yakni Irfan H. Prasetya, Ph.D. (Praktisi Kajian dan Analisis Kebijakan di Direktorat SMA Kemendikdasmen RI), serta, Dwi A. Yuliantoro (Praktisi Pendidikan Internasional), Ph.D.

Prioritas Karakter di Atas Intelektual

Dalam paparan materinya, narasumber menekankan urgensi penataan ulang prioritas dalam mendidik siswa. Disampaikan bahwa pembentukan karakter yang mencakup kedisiplinan dan konsistensi harus menjadi fondasi utama sebelum membangun aspek intelektual dan pekerti.

“Pengetahuan dan kompetensi memang menjadi alat tukar krusial di masa depan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada integritas karakter penggunanya,” ungkap narasumber dalam forum yang dihadiri perwakilan dari lebih 30 sekolah negeri dan swasta tersebut.

Meninggalkan Budaya Kompetisi

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam workshop ini adalah pergeseran nilai dalam dunia pendidikan dan kerja. Pemateri memaparkan bahwa konsep kompetisi antarindividu dianggap mulai usang dan beralih ke arah pengembangan kompetensi diri serta kolaborasi.

Fokus pendidikan saat ini diarahkan pada perbaikan kapasitas diri individu agar mampu bekerja sama dalam skala global. Dalam konteks ini, penguasaan bahasa internasional seperti bahasa Inggris dan Mandarin dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi dasar untuk menjalin kemitraan di kancah global.

Guru Sebagai Pembelajar Seumur Hidup

Forum tersebut juga menyoroti tantangan bagi para tenaga pengajar. Mengingat dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, guru dituntut untuk tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri (self-upgrade).

Baca Juga  Technical Meeting PKD RISIP PMII UINSA Jadi Momentum Penguatan Kader, Kharisma Ade Rosalia dan Reyhan Alarico Stewart Tampil Aktif

Beberapa pendekatan strategis yang ditekankan bagi para guru untuk membekali siswa dengan keterampilan masa depan antara lain:

  • Metode inkuiri dan pengasahan berpikir kritis
  • Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered).
  • Implementasi pembelajaran terdiferensiasi dan berbasis proyek (Project Based Learning).
  • Pengembangan pedagogi yang responsif secara budaya dan lintas budaya.

Pendekatan pembelajaran interdisipliner

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Kedua narasumber menyatakan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog profesional bagi para praktisi pendidikan di wilayah Barlingmascakeb pasca-acara, demi mendorong akselerasi kualitas pendidikan nasional yang relevan dengan kebutuhan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *