kawanjarinews.com – 8 Juli 2025 — Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa, Bogor, kembali mengalami penurunan pada Senin malam, mencatatkan status Siaga 4 dengan ketinggian 60 cm. Meski demikian, warga di sepanjang aliran Kali Ciliwung diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, seiring prediksi curah hujan tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Bendung Katulampa sempat berada pada Siaga 3 ketika TMA menyentuh 90 cm pada sore hari, namun turun menjadi 60 cm pada malam hari, yang berarti kembali ke status Siaga 4 atau kondisi normal namun tetap perlu kewaspadaan.
Pemantauan dilakukan oleh petugas Pos Pantau Katulampa serta BPBD Kota Bogor yang terus siaga 24 jam. Warga di sepanjang aliran Ciliwung dari Bogor–Depok–Jakarta diimbau agar tidak lengah, terlebih jika terjadi hujan merata di kawasan Puncak hingga wilayah hilir.
Selain status di Katulampa, banjir juga berdampak nyata di wilayah lain Kabupaten Bogor, salah satunya di Rumah Sakit Permata Jonggol, yang ikut terendam akibat luapan air dari hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Cileungsi–Jonggol.
Banjir terjadi sejak Senin sore (7/7/2025) dan berlanjut hingga malam hari. Air dari jalan utama meluber ke area parkir rumah sakit hingga masuk ke bangunan fasilitas kesehatan tersebut.
BMKG menyebutkan bahwa intensitas hujan di atas normal akan terus terjadi hingga Oktober 2025, sehingga wilayah-wilayah yang rawan banjir perlu mempersiapkan sistem mitigasi lebih baik. Luapan di Jalan Cileungsi Jonggol disebabkan oleh sistem drainase yang tak mampu menampung volume air hujan dalam waktu singkat.
Jalaluddin, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa genangan mulai surut berkat kerja tim dan cuaca yang mulai membaik. Pelayanan pasien di Rumah Sakit Permata Jonggol untuk sementara dialihkan ke lantai dua, sementara penerimaan pasien baru ditutup sementara waktu. Beberapa mobil yang terendam turut dievakuasi ke lokasi aman.










