Atasi Defisit Daya Tampung SMA, Pembangunan Sekolah Interkultural di Purwokerto Masuki Tahap Topping Off

banner 468x60

KawanJariNews.com – Purwokerto – Upaya penambahan fasilitas pendidikan menengah di Kabupaten Banyumas terus berlanjut. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan prosesi topping off atau penutupan atap gedung SMA Soteria Mahardika yang berlangsung di Purwokerto, Kamis (1/1/2026).

Kegiatan tersebut menandai berakhirnya fase konstruksi struktur utama bangunan sekolah. Dalam pemaparannya, pihak yayasan penyelenggara menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tersebut direncanakan sebagai salah satu alternatif pendidikan menengah dengan pendekatan kurikulum interkultural di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.

Pembangunan institusi pendidikan baru ini menjadi perhatian di tengah tantangan pemenuhan daya tampung sekolah tingkat menengah atas di Kabupaten Banyumas. Data evaluasi pendidikan tahunan menunjukkan bahwa persebaran SMA, khususnya sekolah negeri, masih belum merata di setiap kecamatan.

Konsentrasi sekolah menengah tercatat masih terpusat di wilayah perkotaan Purwokerto. Sementara itu, sejumlah kecamatan penyangga di sekitarnya masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan setingkat SMA. Kondisi tersebut kerap mendorong lulusan SMP untuk mencari sekolah ke luar wilayah atau menghadapi persaingan ketat dalam sistem zonasi dengan kapasitas terbatas.

Situasi tersebut berdampak pada meningkatnya mobilitas siswa, termasuk perpindahan peserta didik ke daerah lain untuk memperoleh akses pendidikan menengah. Pembangunan sekolah-sekolah baru di kawasan perkotaan diproyeksikan dapat menambah kapasitas ruang kelas di tengah kebutuhan pendidikan menengah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga  Banjir Bandang Gunung Slamet, Sungai Damar Payung Keruh dan Dangkal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *