kawanjarinews.com – Jakarta – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya angkat bicara mengenai pernyataan Silvester Matutina yang menyebut adanya “tokoh besar” di balik kasus tuduhan ijazah palsu yang menyeret namanya.
Dalam tanggapannya kepada awak media, Presiden Ke-7 Jokowi menyatakan bahwa tokoh besar yang dimaksud oleh Silvester sebenarnya sudah diketahui publik secara luas. Ia menilai bahwa isu ini tidak bisa dipisahkan dari kepentingan politik tertentu.
“Ada aagenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan, artinya memang ada orang besar, ada yang membekup. Semua sudah tahulah. Ini bukan lagi soal pribadi, tapi soal skenario politik yang besar,” ujar Jokowi singkat.
Pemeriksaan Ijazah oleh Kepolisian
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Arisyam Indradi, membenarkan bahwa penyidik telah melakukan penyitaan terhadap ijazah SMA dan ijazah S1 milik Presiden Jokowi untuk keperluan penyidikan.
Pemeriksaan dilakukan secara forensik guna memastikan keaslian dokumen. Selain ijazah milik Presiden Ke-7 Jokowi, beberapa dokumen milik rekan seangkatannya juga turut diamankan untuk keperluan pembandingan. “Penyidik dari Subdit Kamneg Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini,” jelas Kombes Ade.
Silvester: Potensi Tersangka Bisa Lebih dari 5 Orang
Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor, Silvester Matutina, yang merupakan Ketua Relawan Solidaritas Indonesia, menyatakan bahwa potensi tersangka dalam kasus ini bisa bertambah lebih dari lima orang.
Menurutnya, tuduhan palsu terhadap Jokowidodo disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki bukti kuat, baik asli maupun palsu.
“Orang-orang ini, menghasut danjuga mengatakan bahwa ijaza Pak Jokowi Palsu namun tidak dapat menujukan bukti. Ada indikasi kuat keterlibatan beberapa pihak” kata Silvester tanpa menyebutkan nama-nama secara rinci.
Abraham Samad Menilai Ada Intimidasi
Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, juga turut disebut dalam kasus ini. Abraham menduga, pelibatan namanya didasari oleh aktivitas podcast-nya yang mengangkat isu ijazah Presiden Ke-7 Jokowidod0.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap kebebasan berpendapat dan kritik yang sah dalam demokrasi.
“Ini seperti upaya membungkam kami. Tapi kami akan tetap menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait masuknya nama Abraham Samad dalam laporan tersebut.
Proses Penyidikan Masih Berjalan
Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Ke-7 Jokowidodo. Meski proses penyidikan telah berjalan beberapa waktu, hingga kini belum ada penetapan tersangka resmi.
Kasus ini mendapat sorotan luas dari publik karena tidak hanya menyeret nama Presiden, namun juga beberapa tokoh dan organisasi yang saling berseberangan dalam narasi keaslian dokumen pendidikan tersebut.
Kasus tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden Ke-7 Jokowidodo tak lagi dipandang sebagai persoalan hukum administratif semata, namun telah berkembang menjadi isu berdimensi politik. Tanggapan Presiden Ke-7 Jokowidodo dan keterlibatan tokoh-tokoh nasional membuat perkara ini semakin kompleks dan menyita perhatian publik. Polisi diharapkan dapat menyelesaikan penyidikan secara objektif, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku.
Baca juga: Presiden Ke-7 Joko Widodo Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Tegaskan Identitas Akademiknya












