Kerja Sama Pajak Indonesia–Tiongkok, Fokus pada Kepatuhan dan Teknologi

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 08 Juli 2025 – Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyampaikan keinginan Indonesia untuk belajar dari keberhasilan sistem perpajakan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal ini diungkapkannya dalam pertemuan bilateral bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, pada Jumat (4/7/2025).

“Kami ingin memperluas kapasitas DJP, termasuk memperluas basis pajak yang dapat berdampak positif bagi penerimaan negara,” ujar Bimo.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi data yang dimiliki DJP untuk mendukung target tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Bimo menjelaskan bahwa DJP saat ini menghadapi tantangan dalam menggenjot penerimaan negara. Salah satu solusi yang tengah dijalankan adalah implementasi Coretax, sistem administrasi perpajakan terintegrasi yang bertujuan menyatukan seluruh proses bisnis perpajakan secara digital.

Melalui sistem ini, DJP berharap dapat meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak sekaligus mendorong efektivitas kerja para petugas pajak.

Bimo juga menyampaikan apresiasi atas terjalinnya dialog konstruktif antara kedua negara. Ia berharap kerja sama bilateral di bidang perpajakan dapat terus diperkuat dan ditingkatkan menjadi kemitraan strategis. Menurutnya, kehadiran investor asal Tiongkok yang cukup signifikan di Indonesia dapat menjadi teladan dalam hal kepatuhan pajak.

“Saya berharap mereka menjadi contoh wajib pajak yang patuh, sehingga bisa mendorong kepatuhan dari pelaku usaha lainnya,” ucap Bimo, dikutip dari laman resmi DJP, Senin (7/7/2025).

Menanggapi hal ini, Duta Besar Wang Lutong menyambut positif upaya penguatan komunikasi bilateral dan menekankan pentingnya dialog informal sebagai pelengkap forum resmi. Ia juga mencatat adanya kesamaan tantangan antara Indonesia dan Tiongkok, seperti cakupan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, yang membuka ruang pertukaran pengalaman di bidang perpajakan.

Baca Juga  Payment ID Diluncurkan, Privasi dan Pajak Jadi Sorotan

“Indonesia dan Tiongkok menghadapi tantangan serupa, sehingga banyak hal yang bisa kita pelajari satu sama lain,” ujar Wang.

Mengakhiri pertemuan, Wang menyampaikan ucapan selamat kepada Bimo atas pengangkatannya sebagai Dirjen Pajak yang baru, serta menyatakan harapannya agar kerja sama kedua negara dapat terus berkembang demi kemajuan bersama.

Konsultan Pajak: Langkah Positif, Tapi Butuh Penyesuaian Lokal

Menanggapi hal ini, konsultan pajak Yulianto Kiswocahyono menyambut baik inisiatif belajar dari sistem perpajakan negara lain, namun menekankan pentingnya melakukan adaptasi terhadap konteks Indonesia.

“Belajar dari Tiongkok adalah langkah positif, apalagi mereka berhasil membangun sistem perpajakan berbasis digital secara masif. Namun, sistem perpajakan di Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri yang tidak bisa serta-merta disamakan. Butuh kajian mendalam agar penerapannya tidak justru menyulitkan wajib pajak,” ujar Yulianto saat dihubungi secara terpisah.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan data dan sistem seperti Coretax memang menjadi kebutuhan mendesak, namun implementasinya harus disertai edukasi berkelanjutan kepada masyarakat dan pelaku usaha agar dapat berjalan efektif.

Baca juga: Sri Mulyani: SAL dan Pinjaman Jadi Pilar Pembiayaan Defisit 2026

Baca juga: YLKAI dan FERADI WPI Soroti Penanganan Konsumen oleh Pengembang Green Semesta Wates, Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *