Pemadaman Listrik Berulang di Palangka Raya Picu Aksi Protes Warga dan Peternak

banner 468x60

KawanJariNews.com – PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang terjadi berulang di Kota Palangka Raya memicu gelombang protes dari masyarakat. Dalam dua hari berturut-turut, yakni pada 28 dan 29 Juli 2026, warga serta para peternak menggelar aksi di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya untuk menyampaikan tuntutan agar perusahaan segera memperbaiki keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Aksi pertama berlangsung pada Selasa (28/7/2026), ketika sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya. Massa menyampaikan keberatan atas gangguan pasokan listrik yang dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian di berbagai sektor.

Dalam aksi tersebut, peserta unjuk rasa mendesak PLN segera memulihkan sistem kelistrikan, meningkatkan keandalan jaringan, serta memberikan informasi yang transparan mengenai penyebab gangguan dan estimasi waktu normalisasi. Mereka juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan agar pemadaman berulang tidak kembali terjadi.

Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berjalan dengan tertib. Perwakilan massa berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga kualitas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat segera membaik.

Gelombang protes berlanjut pada Rabu (29/7/2026). Sejumlah peternak mendatangi Kantor PLN UP3 Palangka Raya dan melakukan aksi simbolik dengan membuang bangkai ayam sebagai bentuk protes atas kerugian yang mereka alami akibat pemadaman listrik berulang.

Menurut para peternak, gangguan pasokan listrik telah menghambat operasional peternakan, terutama pada sistem pendukung yang bergantung pada aliran listrik, sehingga menyebabkan kematian ternak dan menimbulkan kerugian ekonomi. Mereka meminta PLN memberikan perhatian serius serta mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Rangkaian aksi yang berlangsung selama dua hari tersebut mencerminkan besarnya dampak pemadaman listrik terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, gangguan pasokan listrik juga disebut berdampak pada kegiatan usaha dan sektor peternakan yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik secara berkelanjutan.

Baca Juga  Jangan Takut Lapor! FERADI WPI JATIM Buka Posko Pengaduan Pungutan Biaya Sekolah, Ini Nomor WhatsApp-nya

Masyarakat berharap PLN segera meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mempercepat penanganan setiap gangguan, serta memperkuat komunikasi kepada pelanggan melalui penyampaian informasi yang jelas dan tepat waktu terkait penyebab maupun proses pemulihan layanan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT PLN (Persero) terkait tuntutan yang disampaikan masyarakat dan para peternak dalam rangkaian aksi tersebut. Apabila terdapat tanggapan resmi dari PLN, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai dengan prinsip Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *