KawanJariNews.com – BANJARMASIN — Warga di sekitar kawasan Jembatan Basirih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikejutkan oleh insiden seorang pria yang diduga melompat ke Sungai Barito dari atas jembatan pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Korban diketahui berinisial RHH (29), seorang pemain futsal asal Banjarmasin yang dikenal aktif di dunia olahraga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diduga mengalami tekanan emosional akibat persoalan pribadi sebelum akhirnya melakukan aksi tersebut.
Peristiwa bermula ketika korban berada di atas Jembatan Basirih bersama sejumlah rekannya. Namun saat situasi dinilai lengah, korban tiba-tiba melompat ke Sungai Barito sehingga membuat teman-temannya panik dan segera meminta bantuan warga sekitar.
Seorang saksi menyebut informasi awal diperoleh dari teman korban yang memberitahukan bahwa ada seseorang yang menceburkan diri dari atas jembatan.
Mendengar kabar tersebut, warga bersama rekan-rekan korban langsung berupaya mencari pertolongan dengan menghubungi aparat kepolisian dan tim relawan.
Mendapat laporan itu, personel Satpolairud Polresta Banjarmasin bersama relawan gabungan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan proses evakuasi.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar aliran Sungai Barito dengan menggunakan peralatan evakuasi air.
Setelah beberapa waktu pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Belum ada keterangan resmi terkait kondisi medis korban setelah proses evakuasi dilakukan. Namun, korban disebut segera mendapatkan penanganan dan pengawasan pasca-insiden tersebut.
Peristiwa itu sempat menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi karena Jembatan Basirih diketahui merupakan salah satu jalur penghubung penting di Kota Banjarmasin dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat, terutama pada malam hari.
Kawasan Jembatan Basirih juga beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya konstruksi jembatan serta derasnya arus Sungai Barito membuat proses penyelamatan di kawasan tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi.
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan sosial bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan emosional maupun persoalan pribadi.
Sejumlah pihak mengimbau masyarakat agar tidak menghadapi persoalan seorang diri dan segera mencari bantuan kepada keluarga, sahabat, maupun pihak yang dipercaya ketika mengalami tekanan psikologis berat.
Selain itu, dukungan lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting dalam membantu seseorang menghadapi situasi sulit serta mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan diri sendiri.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian dan relawan masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.
Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional atau membutuhkan bantuan psikologis, disarankan segera menghubungi layanan kesehatan, tenaga profesional, atau orang terdekat untuk memperoleh dukungan dan pendampingan.










