Iran Tutup Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Militer, Lalu Lintas Kapal Terhenti

banner 468x60

KawanJariNews.com – – Iran dilaporkan menutup sementara Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, setelah eskalasi konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, sehingga lalu lintas kapal dan tankers di salah satu koridor minyak terpenting dunia itu terhenti sejak akhir Februari 2026.

Penutupan itu, menurut laporan internasional, dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal-kapal bahwa kondisi keamanan di sekitar Selat Hormuz tidak aman akibat serangan militer. Akibatnya, sejumlah perusahaan besar menghentikan sementara transit minyak mentah dan bahan bakar melalui wilayah tersebut.

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami gangguan serius ketika Garda Revolusi dilaporkan mengeluarkan peringatan kepada navigasi kapal bahwa transit di selat saat ini tidak aman. “Dengan penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz, selat tersebut pada dasarnya telah ditutup,” ujar pernyataan yang dikutip dari kantor berita Iran.

Dilansir dari Reuters dan laporan sumber perdagangan, beberapa pemilik kapal tanker serta pedagang minyak besar menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz setelah serangan militer oleh AS dan Israel serta respons Iran. Kapal-kapal tersebut memilih tetap berada di pelabuhan selama beberapa hari hingga situasi lebih jelas.

Meski terdapat peringatan penutupan, badan pemantau maritim internasional menyatakan pihak berwenang Iran belum menyampaikan pengumuman resmi secara formal melalui kanal keselamatan pelayaran tentang status legal penutupan tersebut. Kapal-kapal menerima komunikasi yang mengindikasikan larangan transit, tetapi belum ada notifikasi resmi yang dirilis melalui saluran keselamatan maritim resmi.

Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran dan menjadi jalur utama bagi hampir 20 persen pasokan minyak dunia serta volume besar ekspor LNG dari negara-negara Teluk. Karena fungsinya yang vital, gangguan di selat ini berdampak langsung pada supply energi global dan harga minyak.

Baca Juga  Trump dan Prabowo Umumkan Kesepakatan Perdagangan Baru: Tarif Impor Indonesia Disepakati 19%

Kabar penutupan muncul di tengah eskalasi konflik militer luas antara Iran, AS, dan Israel, termasuk serangan udara dan serangan balasan yang menyebabkan kewaspadaan tinggi di kawasan Teluk Persia. Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keselamatan kepada kapal dan tanker, yang kemudian memicu penangguhan aktivitas pelayaran oleh perusahaan besar.

Iran mengklaim penutupan ini sebagai respons terhadap serangan militer yang meningkatkan risiko keselamatan di perairan strategis tersebut. Langkah itu juga dipandang sebagai alat tekanan geopolitik dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan.

Imbas gangguan di Selat Hormuz segera dirasakan di pasar energi global, dengan laporan yang menunjukkan vessel-vessel besar berlabuh atau memutar kembali, serta operator maritim menangguhkan transit. Pemerintah dan perusahaan dalam beberapa negara mulai mempertimbangkan rute alternatif serta langkah mitigasi risiko, termasuk peningkatan status keamanan untuk kapal-kapal mereka di kawasan tersebut.

Secara regional, penutupan ini menambah ketidakpastian ekonomi dan logistik karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang akan terdampak langsung jika penutupan berlanjut.

Status penutupan Selat Hormuz masih terus dipantau oleh badan internasional dan otoritas maritim global. Meski belum ada pengumuman resmi secara hukum dari pemerintah Iran melalui saluran keselamatan laut diakui internasional, larangan transit yang disampaikan melalui komunikasi radio telah membuat aktivitas pelayaran strategis itu berhenti sementara hingga situasi keamanan lebih kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *