KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 27 Oktober 2025 — Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, mendorong lembaga antirasuah untuk segera memulai penyelidikan terkait dugaan penyimpangan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Desakan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi dan akuntabilitas proyek strategis nasional yang dikerjakan sejak era pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Yudi menilai, terdapat indikasi yang layak ditelusuri lebih lanjut oleh KPK, terutama terkait potensi penyalahgunaan kewenangan dan kemungkinan adanya pemufakatan jahat dalam proses perencanaan maupun pengadaan proyek tersebut. Menurutnya, indikasi tersebut penting untuk diteliti karena menyangkut dana publik dalam jumlah besar serta pengelolaan proyek yang bernilai strategis nasional.

Pengamat ekonomi Antoni Budiawan turut menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai, dari berbagai informasi yang beredar, terdapat kemungkinan adanya perubahan atau penyesuaian proyek yang dilakukan tidak secara terbuka, sehingga menimbulkan dugaan adanya kamuflase terhadap keputusan penting dalam proses pembangunan. Antoni menekankan bahwa langkah investigasi diperlukan untuk memastikan tidak terjadi praktik manipulasi dalam penggunaan anggaran negara maupun dana pinjaman yang digunakan.

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung diketahui mulai dikerjakan sejak tahun 2016 dengan tujuan mempercepat konektivitas antara dua kota besar tersebut. Namun, proyek ini menuai sorotan karena nilai pembiayaan yang membengkak dari perkiraan awal menjadi sekitar Rp116 triliun. Pembengkakan biaya tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai tata kelola dan efisiensi pelaksanaan proyek.

KPK hingga kini belum mengumumkan adanya penyelidikan resmi terhadap proyek tersebut. Namun, desakan dari berbagai pihak diharapkan menjadi dorongan bagi lembaga penegak hukum untuk menelusuri potensi pelanggaran hukum atau penyimpangan administratif yang mungkin terjadi.

Sejumlah kalangan menilai, langkah pemeriksaan terhadap proyek besar seperti Whoosh merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek infrastruktur nasional. Pengawasan dan transparansi diharapkan menjadi prinsip utama agar proyek pembangunan strategis berjalan sesuai koridor hukum dan kepentingan publik.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tekankan Perluasan Beasiswa dan Penguatan STEM dalam Taklimat Pendidikan Tinggi 2026

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait desakan ini. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa proyek Whoosh merupakan simbol kemajuan transportasi Indonesia dan akan terus disempurnakan untuk menjamin keberlanjutan serta keselamatan operasionalnya.

Baca juga: Bahlil: Kalau Tak Mau Ikuti Aturan BBM, Silakan Bisnis di Luar Negeri

Baca juga: Pemerintah Rombak Postur APBN 2026, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tetap Terjaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *