Perampokan Berdarah di Jatibening, Suami Meninggal Dunia dan Istri Kritis

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Peristiwa perampokan disertai kekerasan terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin dini hari saat bulan Ramadan. Seorang suami berinisial EU (65) meninggal dunia, sementara istrinya, PW (60), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang tinggal satu rumah. Saat waktu sahur, ia berupaya membangunkan kedua orang tuanya, namun tidak mendapat respons. Setelah meminta bantuan tetangga dan menghubungi keluarga, jendela kamar korban dibongkar untuk memastikan kondisi di dalam rumah.

EU ditemukan terbaring di atas tempat tidur dengan luka serius di bagian kepala, sementara PW tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah. Keduanya diduga menjadi korban kekerasan menggunakan benda tumpul.

Korban EU sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan masih hidup untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, PW menjalani operasi dan hingga saat ini masih dalam penanganan intensif tim medis.

Kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah petunjuk, termasuk jejak kaki di tembok pembatas rumah korban. Tembok tersebut memiliki ketinggian kurang dari dua meter dan diduga menjadi akses masuk pelaku.

Dalam upaya pelacakan, aparat turut mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) untuk menelusuri kemungkinan jalur pelarian pelaku di sekitar Jalan Inspeksi Kalimalang. Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar 100 meter dari lokasi, namun belum ditemukan bukti konkret yang mengarah pada identitas pelaku.

Penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi, termasuk anggota keluarga dan tetangga sekitar. Polisi juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari akses masuk perumahan dan area sekitar untuk menelusuri pergerakan mencurigakan sebelum dan sesudah kejadian.

Baca Juga  Sidang Perkara 57/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Komunikasi PN Jakarta Pusat

Dari hasil penyelidikan awal, sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang, di antaranya dua kunci mobil dan sebuah gelang milik PW. Hingga kini, polisi masih mendalami apakah kendaraan korban turut digunakan pelaku dalam melancarkan atau melarikan diri dari aksi tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan di kalangan warga Perumahan Prima Lingkar Asri yang selama ini dikenal sebagai kawasan hunian dengan sistem satu pintu (one gate system). Sejumlah warga menyampaikan rencana untuk meningkatkan keamanan lingkungan, termasuk meninggikan tembok pembatas dan menambah perlindungan fisik di titik-titik rawan.

Kasus ini juga menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat tingkat kekerasan yang terjadi serta potensi dampak psikologis terhadap keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kepolisian menegaskan bahwa seluruh jalur penyelidikan, baik forensik maupun digital, masih terus dikembangkan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melaporkan apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan. Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka dan proses hukum masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *