8 Agenda Prioritas Prabowo di RAPBN 2026: SDM Unggul hingga Bangsa Mandiri

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 17 Agustus 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato Nota Keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di depan sidang bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8). Dalam pidato tersebut, Presiden menegaskan arah pembangunan nasional dengan menitikberatkan pada delapan agenda prioritas pemerintah.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa program unggulan pemerintah yang telah berjalan memberi dampak signifikan bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan alokasi Rp335 triliun dalam RAPBN 2026. Hingga kini, program tersebut telah dinikmati oleh 20 juta penerima manfaat. Selain itu, program cek kesehatan gratis menjangkau lebih dari 17 juta orang, revitalisasi sekolah menyentuh lebih dari 13.000 sekolah dan madrasah, serta pembangunan 100 unit sekolah rakyat. Pemerintah juga memulai pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, dengan target 80.000 unit hingga akhir 2025.

Rakyat Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat menjadi penerima manfaat. Misalnya, program MBG ditujukan bagi 82,9 juta siswa, ibu hamil, balita, serta memberi dampak ekonomi pada UMKM, petani, nelayan, dan peternak. Program kesehatan menyasar 96,8 juta masyarakat miskin dan rentan, sementara koperasi Merah Putih difokuskan untuk menggerakkan perekonomian desa dan kelurahan.

Pelaksanaan RAPBN 2026 akan dimulai pada tahun anggaran mendatang setelah pembahasan bersama DPR RI. Pemerintah menekankan peran APBN sebagai katalis sementara, sambil memperkuat sektor swasta sebagai motor penggerak utama ekonomi nasional.

Fokus pembangunan nasional melalui RAPBN 2026 ditempatkan di seluruh sektor vital: pangan, energi, pendidikan, kesehatan, koperasi, pertahanan, hingga investasi global. Presiden menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dari desa hingga perkotaan, guna memastikan kesejahteraan dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga  Fitch Turunkan Outlook Utang Indonesia Jadi Negatif, Soroti Tekanan Fiskal

Menurut Presiden Prabowo, delapan agenda prioritas menjadi fondasi kemandirian dan kedaulatan bangsa. Ketahanan pangan dan energi menjadi strategi menghadapi tantangan global, sementara pembangunan SDM unggul, kesehatan, serta pendidikan bermutu diyakini sebagai kunci mencetak generasi emas Indonesia. Di sisi lain, penguatan koperasi dan pertahanan semesta dipandang sebagai modal sosial sekaligus alat menjaga keutuhan negara. 

Strategi pemerintah ditempuh dengan penguatan program jangka panjang, antara lain:

  1. Ketahanan Pangan – Swasembada beras dan jagung untuk menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
  2. Ketahanan Energi – Target 100% pembangkit listrik dari energi baru terbarukan dalam 10 tahun ke depan.
  3. Program MBG – Menjangkau puluhan juta penerima manfaat sekaligus memberdayakan sektor rakyat.
  4. Pendidikan Bermutu – Penguatan kualitas guru, pendidikan vokasi, dan beasiswa.
  5. Kesehatan Berkualitas – Asuransi kesehatan ditanggung pemerintah bagi 96,8 juta jiwa.
  6. Ekonomi Rakyat – Pembentukan 80.000 koperasi Merah Putih.
  7. Pertahanan Semesta – Modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, dan industri strategis.
  8. Investasi dan Perdagangan Global – Percepatan investasi dengan peran aktif sektor swasta.

Dengan delapan agenda prioritas tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya membangun bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing di kancah internasional.

Baca juga: Siaran Pers:
kawanjarinews.com Ucapkan Selamat HUT ke-80 Republik Indonesia

Baca juga: Dua Adipati Pragola Pati yang Pernah Merepotkan Mataram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *