kawanjarinews.com – Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan Pidato Kebangsaan yang bersejarah dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Kamis, 1 Mei 2025. Ribuan buruh dari berbagai konfederasi dan serikat pekerja hadir secara langsung menyambut pemimpin baru Indonesia, yang untuk pertama kalinya tampil dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI di hadapan publik luas.
Dalam sambutannya yang berlangsung penuh semangat, Prabowo menyatakan tekadnya untuk menghapus kemiskinan, memperbaiki layanan dasar, serta memberantas korupsi secara sistematis.
“Pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras-kerasnya agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kelaparan, tidak sekolah, dan tidak mendapat pengobatan,” ujar Prabowo dengan suara lantang di tengah sorakan dukungan massa buruh.
Pidato tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi negara seperti Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dari unsur buruh, hadir antara lain Said Iqbal (Presiden KSPI), Andi Gani Nenawea (Presiden KSPSI), dan Rosita Silaban (Presiden KSBSI), bersama lebih dari 100 organisasi buruh dari seluruh Indonesia. Tak ketinggalan, utusan dari 22 negara sahabat juga menyaksikan langsung momentum tersebut.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kesejahteraan pekerja, dengan mengumumkan pembentukan dua badan strategis, yakni:
- Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, berisi tokoh-tokoh buruh yang akan memberi masukan langsung kepada Presiden terkait regulasi ketenagakerjaan.
- Satuan Tugas PHK, yang bertugas menangani secara langsung masalah pemutusan hubungan kerja sepihak.
Ia juga menyatakan dukungannya untuk segera merampungkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan menyusun undang-undang perlindungan pekerja sektor kelautan dan perikanan, yang selama ini dinilai belum optimal.
Prabowo menyebut bahwa RUU Perlindungan PRT akan mulai dibahas di DPR pada minggu depan dan ditargetkan selesai dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan. Reformasi lain termasuk evaluasi sistem outsourcing, pajak penghasilan progresif, dan pemberian subsidi juga masuk dalam agenda kerja pemerintahannya.
Pidato ini menjadi momen simbolis dan politis karena Prabowo mengakui bahwa meski sempat empat kali kalah dalam pemilihan presiden, para buruh tetap setia mendukungnya hingga akhirnya menang dalam pemilu 2024. Ia menyatakan dirinya sebagai “Presiden Kaum Buruh, Petani, dan Rakyat Kecil”, yang berkomitmen untuk bekerja demi keadilan sosial.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan akan terbuka untuk berdialog dengan dunia usaha. Dalam waktu dekat, ia berencana mempertemukan 150 pimpinan serikat buruh dengan 150 pemimpin perusahaan di Istana Bogor untuk mencari jalan tengah demi kesejahteraan bersama.
“Kekayaan Indonesia sangat besar, tetapi korupsi menjadi hambatan. Kita akan tarik kembali aset-aset yang seharusnya milik rakyat. Saya siap mati untuk bangsa ini,” tegas Prabowo
Pidato Prabowo Subianto di Hari Buruh Internasional bukan sekadar seremoni, melainkan penanda awal dari komitmen reformasi yang digadang-gadang akan menjadi fondasi pemerintahan barunya. Dengan gaya bicara yang lugas dan terbuka, ia berusaha merangkul seluruh elemen bangsa, khususnya kaum buruh dalam membangun masa depan Indonesia yang adil dan makmur.
Baca juga: Ribuan Buruh Peringati May Day 2025 di Monas Jakarta, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Baca juga: Embung Kaduagung Masih Tahap Satu: Desa Klarifikasi Swadaya, Warga Minta Keterbukaan










