Warga Kaduagung Pertanyakan Fungsi dan Pemeliharaan Lampu PJU yang Diduga Tidak Optimal

banner 468x60

kawanjarinews.com – Kuningan, Jawa Barat, 4 April 2025 — Sejumlah warga di Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, mempertanyakan kejelasan pemeliharaan dan pengelolaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah mereka. Hal ini menyusul kondisi sebagian PJU yang diduga tidak berfungsi secara optimal, khususnya di area sekitar jembatan yang dinilai rawan saat malam hari.

Doc. Suasana jembatan di Desa Kaduagung pada malam hari dengan penerangan jalan yang diduga tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat karena area tersebut menjadi sangat gelap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. (Kuningan, Jawa Barat, 4/4/2025 – Foto Dokumentasi: Muh. Ismail).
Doc. Suasana jembatan di Desa Kaduagung pada malam hari dengan penerangan jalan yang diduga tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat karena area tersebut menjadi sangat gelap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. (Kuningan, Jawa Barat, 4/4/2025 – Foto Dokumentasi: Muh. Ismail).

Menurut keterangan warga, kondisi tidak berfungsinya PJU telah terjadi selama kurang lebih dua pekan terakhir. Lampu yang berada di dekat jembatan disebutkan sering kali menyala, lalu mati kembali, dan kini diduga dalam keadaan mati total.

Warga menduga terdapat ketidaksesuaian antara keberadaan dana pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan kondisi di lapangan. Mereka menilai, meskipun sebagian lampu PJU terlihat berfungsi dengan baik, namun beberapa titik lainnya, khususnya di sekitar jembatan PJU justru kerap mengalami gangguan. Lampu di area tersebut dilaporkan sering mati dan tidak menyala kembali dalam waktu yang lama. Padahal, lokasi jembatan dianggap sebagai titik strategis yang sangat membutuhkan penerangan karena kondisi sekitarnya yang gelap dan berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Keluhan ini telah disampaikan oleh warga kepada awak media, dengan harapan agar pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas terkait di Kabupaten Kuningan dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini. Mereka meminta agar perbaikan segera dilakukan dan penerangan diprioritaskan di lokasi-lokasi yang dianggap paling rawan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Kami bingung, kalau memang ada dana pemeliharaan, kenapa lampu di dekat jembatan sudah dua minggu diduga mati? Padahal di sana sangat gelap dan rawan. Kami berharap lampu di tempat itu diprioritaskan.” Tutur seorang warga

Baca Juga  Satpol PP Kuningan Hentikan Sementara Pembangunan Tower BTS di Pajawan Kidul, Pemeriksaan Perizinan Dilanjutkan 1 Januari

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkait persoalan ini. Warga berharap agar aspirasi mereka segera didengar dan ditindaklanjuti demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Baca juga: Penggunaan Dana Desa untuk Pengembangan Listrik Alternatif: Meningkatkan Akses Energi di Desa

Baca juga: Keluhan Warga Desa Kaduagung Terkait Pembangunan Embung Desa yang Belum Memberikan Manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *