Mobil Sedan Terbakar di SPBU Jalan Bantul Yogyakarta, Diduga Akibat Korsleting Listrik

banner 468x60

KawanJariNews.com – YOGYAKARTA — Sebuah mobil sedan mengalami kebakaran saat mengantre pengisian bahan bakar di SPBU Jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Kamis 7 Mei 2026. Insiden yang terjadi pada Rabu tersebut diduga dipicu gangguan sistem kelistrikan kendaraan hingga menimbulkan ledakan kecil dari dalam kabin sebelum api membesar.

Berdasarkan keterangan saksi dan petugas SPBU di lokasi, kendaraan berada dalam kondisi mesin menyala ketika sedang mengantre untuk melakukan pengisian bahan bakar. Tidak lama kemudian terdengar suara ledakan dari dalam mobil yang diduga berasal dari korsleting listrik atau gangguan pada instalasi kabel kendaraan.

Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar sebagian bodi mobil. Menyadari kondisi darurat tersebut, pengemudi langsung memundurkan kendaraan menjauh dari area pompa pengisian bahan bakar guna menghindari potensi ledakan yang lebih besar.

Setelah kendaraan berhasil dipindahkan dari area dispenser BBM, pengemudi segera keluar dan menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Petugas SPBU yang berada di lokasi langsung melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sebelum merembet ke fasilitas SPBU lainnya.

Sebagai langkah pengamanan, operasional SPBU sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan kondisi lokasi dan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan akibat insiden tersebut.

Pihak terkait masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab utama kebakaran kendaraan. Dugaan awal mengarah pada gangguan sistem kelistrikan kendaraan yang memicu percikan api di dalam kabin.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin kondisi kendaraan, terutama pada sistem kelistrikan seperti kabel harness, aki, dan komponen elektronik lainnya yang berpotensi mengalami korsleting.

Lingkungan SPBU termasuk area dengan tingkat risiko tinggi karena adanya uap bahan bakar yang mudah terbakar. Oleh karena itu, kondisi kendaraan yang tidak prima dapat meningkatkan potensi bahaya apabila terjadi gangguan teknis saat berada di lokasi pengisian BBM.

Baca Juga  Imbas Anjloknya Argo Bromo Anggrek, 48 Jadwal Kereta dari Stasiun Senen dan Gambir Dibatalkan

Selain melakukan perawatan berkala, pemilik kendaraan juga diimbau untuk menghindari penggunaan aksesori listrik tambahan yang tidak sesuai standar pabrikan karena dapat meningkatkan beban sistem kelistrikan kendaraan.

Petugas keamanan SPBU juga mengingatkan pengendara agar selalu mematikan mesin kendaraan saat mengisi bahan bakar sebagai bagian dari prosedur keselamatan guna meminimalkan risiko kebakaran maupun ledakan.

Peristiwa tersebut berhasil ditangani dengan cepat berkat respons sigap pengemudi dan petugas SPBU, sehingga potensi dampak yang lebih besar dapat dihindari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *