KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Proses pencarian terhadap seorang anak laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kayu Tangi, kawasan Parak Pasar Kasturi, sebelum Jembatan Kayu Tangi 2, Banjarmasin, Kamis (19/3/2026), hingga kini masih terus berlangsung. Korban diketahui merupakan pelajar kelas 6 sekolah dasar dengan perkiraan usia sekitar 11 hingga 12 tahun dan hingga berita ini diperbarui belum ditemukan.
Peristiwa ini merupakan lanjutan dari insiden tenggelamnya seorang anak laki-laki di kawasan Sungai Kayu Tangi yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada Kamis pagi. Hingga pembaruan berita ini ditulis, tim gabungan yang terdiri dari warga sekitar, relawan, dan aparat kepolisian masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area sungai dan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Warga juga tampak masih memadati area sekitar bantaran sungai untuk memantau perkembangan proses pencarian.
Korban diketahui merupakan seorang siswa kelas 6 SD dengan usia diperkirakan sekitar 11–12 tahun. Berdasarkan informasi awal yang telah dihimpun sebelumnya, korban diduga tenggelam saat bermain di sungai bersama teman-temannya.
Dalam perkembangan terbaru di lokasi, dokumentasi video memperlihatkan pergerakan proses pencarian yang masih aktif berlangsung di area kejadian. Sejumlah relawan dan warga terlihat terus memantau permukaan sungai serta melakukan penyisiran di sekitar bantaran untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Aparat kepolisian bersama warga dan relawan tetap berada di lokasi untuk mengoordinasikan pencarian. Hingga berita ini diperbarui, belum ada informasi resmi yang menyatakan korban telah ditemukan, sehingga proses pencarian masih berlanjut.
Wartawan yang berada di lapangan juga terus memantau situasi secara langsung dan menghimpun perkembangan informasi dari lokasi kejadian. Situasi di sekitar Sungai Kayu Tangi hingga saat ini masih menunjukkan konsentrasi warga dan tim pencari yang terus bersiaga.
Insiden ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena lokasi kejadian berada di kawasan sungai permukiman yang diketahui kerap menjadi tempat aktivitas anak-anak. Sebelumnya, area Sungai Kayu Tangi di wilayah Perumnas Kayu Tangi, Parak Pasar Kasturi, disebut sering digunakan anak-anak untuk bermain, termasuk di sekitar bantaran dan aliran sungai.
Kondisi tersebut menyoroti kembali pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di area perairan, khususnya di lingkungan permukiman yang memiliki akses langsung ke sungai. Aktivitas bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan orang dewasa dinilai memiliki risiko tinggi, terlebih apabila arus, kedalaman, dan kondisi dasar sungai tidak terpantau dengan baik.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat dan orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama di wilayah bantaran sungai yang kerap menjadi titik aktivitas harian anak-anak.
Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, proses pencarian terhadap anak laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kayu Tangi, Banjarmasin, masih terus berlangsung dengan melibatkan warga, relawan, dan aparat kepolisian. Masyarakat berharap korban segera ditemukan, sementara warga sekitar kembali diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di area sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.















