Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi dan Purwakarta, BMKG Beri Penjelasan

banner 468x60

kawanjarinews.com – Bekasi – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi dan Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB. Getaran gempa juga dirasakan hingga wilayah Jabodetabek seperti Jakarta, Depok, dan Tangerang dengan intensitas ringan hingga sedang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 10 kilometer. Meski tergolong gempa dangkal, getaran terasa cukup kuat karena terjadi di atas tanah lunak yang memperbesar guncangan.

Gempa ini merupakan kejadian keempat yang dirasakan masyarakat pada hari yang sama, setelah sebelumnya terjadi gempa di wilayah Bandung Barat akibat aktivitas sesar Lembang.

Penjelasan BMKG

Kepala BMKG, Prof. Dwi Korita Karnawati, menjelaskan bahwa gempa ini bukan dipicu oleh sesar Lembang, melainkan akibat aktivitas sesar naik pada busur belakang Jawa Barat yang mengalami reaktivasi.

“Gempa terjadi di koordinat 6,52° LS dan 107,25° BT, tepatnya di darat sekitar 19 km tenggara Bekasi dengan kedalaman 10 km. Mekanismenya adalah sesar naik, dan sudah tercatat satu gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil, yakni 2,1,” ujar Prof. Dwi.

Potensi Susulan

BMKG terus memantau kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. “Informasi resmi hanya bisa diperoleh melalui kanal BMKG, baik website, media sosial, maupun call center 196,” tegasnya.

Kerentanan Bekasi dan Sekitarnya

Prof. Dwi juga menekankan bahwa wilayah Bekasi, Karawang, hingga Bandung memiliki tanah lunak sehingga guncangan gempa terasa lebih kuat. Kondisi tanah seperti ini berpotensi menambah risiko kerusakan pada bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa.

Baca Juga  Arus Balik H+3, Gerbang Tol Kalihurip Utama Terpantau Ramai Lancar

 “Meski magnitudo relatif kecil, dampaknya bisa signifikan bila bangunan tidak mengikuti standar konstruksi tahan gempa. Karena itu, pemeriksaan dan penguatan struktur bangunan sangat penting,” jelasnya.

Imbauan kepada Masyarakat

BMKG meminta masyarakat untuk:

  1. Memeriksa kondisi rumah pascagempa, terutama bila terdapat retakan pada tembok, pintu yang sulit dibuka, atau lantai yang berubah bentuk.
  2. Segera evakuasi dan konsultasikan dengan pihak berwenang jika bangunan menunjukkan tanda kerusakan serius.
  3. Tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi.

Gempa bumi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya bagi daerah dengan kondisi tanah lunak. BMKG menegaskan komitmen untuk terus memberikan informasi akurat dan cepat demi keamanan masyarakat.

Baca juga: Bank Banten Cabang Cilegon Diduga Halangi Wartawan JURNALKUHP.COM Liput Penyaluran Bansos

Baca juga: Sekjen DPR Ungkap Alasan Tunjangan Rumah Rp50 Juta, Celios Kritik Keras Sistem Tunjangan Legislator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *