KawanJariNews.com – SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah menggelar bedah buku berjudul Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang Sampai Merauke di Art Center Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, penulis buku, serta peserta dari berbagai daerah untuk membahas sistem pendidikan yang diterapkan LDII dan relevansinya terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Acara berlangsung pukul 07.00–13.00 WIB dengan menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E., sebagai narasumber. Turut hadir penulis buku Dr. Ahmad Ali, M.D., M.A., Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., serta sejumlah akademisi sebagai pembahas, yakni Dr. Hardiwinoto, S.E., M.Si., Ibnu Fikri, M.Si., Ph.D., Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum., dan Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si.
Pembahasan difokuskan pada sistem, model, dan corak pendidikan yang diterapkan LDII dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi profesional sekaligus berlandaskan nilai-nilai religius. Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai implementasi pendidikan karakter di tengah tantangan perkembangan sosial dan dunia kerja.
Kegiatan dihadiri oleh pengurus LDII dari berbagai tingkatan, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi. Di antara peserta yang hadir adalah Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan Sukindar dan Ketua DPD Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kota Semarang Hafid Sungkar.
Dalam sesi diskusi, Sukindar menyampaikan bahwa materi yang tertuang dalam buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan di lingkungan LDII hingga tingkat pengurus cabang dan pengurus anak cabang. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, profesionalisme, dan kontribusi bagi masyarakat.
“Isi buku ini harus kita implementasikan sampai ke tingkat PC dan PAC. Kader LDII harus menjadi insan yang alim, fakih, berakhlak mulia, profesional, dan punya kontribusi untuk bangsa,” ujar Sukindar.
Bedah buku ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta serta penandatanganan buku oleh penulis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gagasan yang termuat dalam buku sekaligus membuka ruang dialog mengenai pengembangan pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai religius.
Penyelenggaraan forum semacam ini dinilai memberikan kesempatan bagi akademisi, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk bertukar pandangan mengenai model pendidikan yang berkembang di Indonesia. Diskusi ilmiah juga diharapkan dapat memperkaya referensi dalam pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman tanpa meninggalkan pembentukan karakter peserta didik.












