Hilal Awal Safar 1448 H Berhasil Teramati dalam Rukyatul Hilal di UIN Walisongo Semarang

banner 468x60

KawanJariNews.com – SEMARANG – Hilal penanda awal bulan Safar 1448 Hijriah berhasil teramati dalam kegiatan rukyatul hilal yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (15/7/2026). Pengamatan dilakukan mulai pukul 17.00 WIB hingga matahari terbenam dengan memanfaatkan teleskop robotik yang mampu mengikuti pergerakan benda langit secara otomatis. Hasil observasi menunjukkan hilal terlihat pada pukul 17.54 WIB dengan ketinggian sekitar 9 derajat.

Kegiatan rukyatul hilal tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi ilmu falak, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga pihak-pihak yang berkepentingan dalam pemantauan hilal. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan adalah perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang, H. Indarwanto.

Pengamatan dilakukan sebagai bagian dari proses rukyat untuk memperoleh data astronomi yang menjadi salah satu referensi dalam penentuan awal bulan Hijriah. Tim pengamat menggunakan teleskop robotik guna meningkatkan akurasi observasi sekaligus mendokumentasikan hasil pemantauan secara digital.

Berdasarkan hasil observasi, hilal berhasil teramati pada pukul 17.54 WIB dengan ketinggian sekitar 9 derajat. Data dari titik rukyat di UIN Walisongo Semarang selanjutnya menjadi bagian dari laporan hasil rukyat yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan awal bulan Safar 1448 Hijriah.

Perwakilan LDII Kota Semarang, H. Indarwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan pengamatan tersebut menunjukkan pemanfaatan teknologi dapat mendukung proses rukyatul hilal.

“Kami bersyukur hilal dapat terlihat dengan jelas. Sinergi antara metode hisab dan rukyat yang didukung teknologi teleskop robotik dapat membantu proses pengamatan hilal,” ujarnya.

Rukyatul hilal merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Selain hasil rukyat, pemerintah juga mempertimbangkan data hisab dalam Sidang Isbat sebelum menetapkan awal bulan secara resmi. Dengan demikian, hasil pengamatan dari berbagai titik di Indonesia menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan oleh Kementerian Agama.

Baca Juga  Suami Diduga Tusuk Istri Saat Pengambilan Rapor Anak di SDN Kalipancur 02 Semarang

Pelaksanaan rukyatul hilal di UIN Walisongo Semarang juga mencerminkan perkembangan pemanfaatan teknologi astronomi dalam observasi benda langit. Penggunaan perangkat modern diharapkan dapat meningkatkan akurasi pengamatan, memperkuat dokumentasi ilmiah, serta mendukung pengembangan ilmu falak di lingkungan akademik dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *