Pelayanan Puskesmas Klari Dipertanyakan, Keluarga Raihan Adi Tama Utarakan Kekecewaan

banner 468x60

kawanjarinews.com – Karawang – Pihak keluarga Raihan Adi Tama, seorang anak dari Hegarmanah, gang 45 RT 011/02 Desa Cibalong, Kabupaten Karawang, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima di Puskesmas Klari. Raihan yang mengalami luka di kaki akibat terkena benda tajam dibawa ke puskesmas pada 23 November 2024 untuk mendapatkan perawatan.

Raihan menderita luka di bawah kakinya yang terus mengeluarkan darah. Keluarganya segera membawanya ke Puskesmas Klari untuk mendapatkan perawatan medis. Di sana, Raihan ditangani oleh seorang mantri bernama Ujang yang memberikan cairan suntikan dan beberapa obat untuk proses pemulihan.

Baca juga: Ketua Forum Studi Transportasi Apresiasi Peran Polri dalam Kelancaran Libur Nataru 2024-2025

Awalnya, perawatan berjalan lancar. Namun, beberapa hari kemudian, terjadi pembengkakan pada kaki Raihan yang telah dijahit. Keluarga menilai bahwa diagnosa awal yang dilakukan kurang tepat, sehingga penanganan terhadap infeksi tetanus yang diduga terjadi pada Raihan menjadi terlambat.

Ayah Raihan, yang ditemui media di kantor sekretariat DPD Feradi WPI Provinsi Jawa Barat pada 21 Desember 2024, menyampaikan rasa kecewa dan kesedihan mendalam. Menurutnya, pihak Puskesmas Klari tidak segera merujuk Raihan ke RSUD Karawang meskipun mengetahui bahwa Raihan kemungkinan terkena tetanus.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Sindir Vonis Ringan Koruptor, Harap Hukuman Lebih Berat untuk Kerugian Negara Ratusan Triliun

Keluarga merasa bahwa pelayanan Puskesmas Klari tidak memadai, khususnya dalam merujuk kasus serius seperti infeksi tetanus ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Ayah Raihan juga mengungkapkan bahwa pihak puskesmas tidak menunjukkan simpati atau melakukan silaturahmi setelah kejadian yang merenggut nyawa Raihan.

Ayah Raihan menegaskan bahwa mereka tidak ingin bersikap arogan, tetapi setidaknya mengharapkan empati dan perhatian dari pihak puskesmas. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut agar lebih responsif dan empatik terhadap kondisi pasien. (Sumber lansiran:eskoncer.com – 21/12/24)

Baca Juga  Kecelakaan di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Dua Korban Kritis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *