Bangun Pesantren, Polisi di Purbalingga Miliki Puluhan Santri

banner 468x60

kawanjarinews.com — Purbalingga,Sosok Aipda Agus Miswanto, anggota Polri yang bertugas di Polres Purbalingga, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan dedikasi dan kepeduliannya di bidang keagamaan serta kemasyarakatan, ia berhasil mendirikan sebuah pesantren yang kini menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak dan ibu-ibu di sekitarnya.

Setiap sore, selepas bertugas, Aipda Agus menyempatkan waktu untuk menemui para santri di pesantrennya yang berlokasi di Desa Brobrot, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Di tempat sederhana yang ia bangun, ia mengajarkan anak-anak membaca huruf hijaiyah, menghafal surat-surat pendek, doa sehari-hari, hingga tata cara shalat yang benar. Tidak hanya itu, ia juga membimbing ibu-ibu sekitar untuk belajar membaca Al-Qur’an menggunakan metode Yanbua, yang dilaksanakan hingga menjelang waktu Maghrib.

Aipda Agus mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah dimulainya sejak tahun 2016. Berawal dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) kecil dengan 10 santri, pesantrennya kini berkembang pesat.

“Awalnya hanya beberapa anak. Lama-lama banyak yang tertarik. Bahkan ibu-ibu di sekitar rumah pun ingin belajar,” ujarnya.

Melihat perkembangan santri yang semakin banyak, pada tahun 2022, orang tua Aipda Agus mewakafkan sebidang tanah di samping rumah mereka. Dari tanah tersebut, ia membangun sebuah musala kecil yang kemudian berkembang menjadi Yayasan dan Pondok Pesantren Daruttaqwa.

“Pembangunan musala dan pesantren ini saya lakukan dari hasil menabung sedikit demi sedikit dari gaji saya sebagai anggota Polri. Alhamdulillah, banyak pihak yang mendukung, termasuk Bapak Kapolres Purbalingga,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah santri di Pondok Pesantren Daruttaqwa mencapai 50 orang, termasuk beberapa anak yatim piatu yang juga mendapatkan bimbingan agama di pesantren tersebut.

“Bagi saya, mengajarkan ilmu agama adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama. Tugas saya sebagai anggota Polri juga sejalan dengan pengabdian ini,” jelasnya.

Baca Juga  Dandim Boyolali Hadiri Grand Opening Central Kitchen Badan Gizi Nasional di Ngemplak Boyolali

Selain mengelola pesantren, Aipda Agus juga kerap diundang sebagai penceramah agama di berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga. Meski memiliki banyak aktivitas, ia mampu membagi waktu antara tugas kedinasan dan kegiatan pesantren.

“Saya selalu berusaha menjaga keseimbangan agar keduanya berjalan lancar,” pungkasnya.

Baca juga: Beberapa Titik Banjir di Badung, Perbaikan Drainase dan Penanganan Sampah Perlu Jadi Prioritas

Baca juga: Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Kawal Deportasi 165 PMI di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *