Kecelakaan Kembali Terjadi di Simpang Empat Gatot, Disiplin Pengendara dan Evaluasi Lampu Lalu Lintas Jadi Sorotan

banner 468x60

KawanJariNews.com — BANJARMASIN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Simpang Empat Gatot, Banjarmasin, Kamis pagi (14/05/2026). Insiden yang terjadi di area persimpangan lampu merah tersebut kembali memunculkan perhatian masyarakat terhadap rendahnya disiplin sebagian pengguna jalan serta perlunya evaluasi sistem pengaturan lalu lintas di lokasi yang dikenal rawan kecelakaan itu.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kecelakaan terjadi di area persimpangan yang selama ini memiliki tingkat kepadatan arus kendaraan cukup tinggi, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Meski lokasi telah dilengkapi fasilitas lampu lalu lintas, rambu jalan, dan pengaturan arus kendaraan, insiden kecelakaan masih berulang terjadi.

Sejumlah warga menilai faktor utama penyebab kecelakaan di kawasan tersebut berasal dari rendahnya kesadaran dan kepatuhan sebagian pengendara terhadap aturan lalu lintas. Banyak pengendara disebut masih memaksakan melintas ketika lampu hijau memasuki detik-detik akhir bahkan saat transisi menuju lampu merah.

“Sudah sering terjadi di sini. Saat lampu hampir merah, masih ada pengendara yang memacu kendaraan dan memaksa melintas dengan kecepatan tinggi,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut warga, kondisi tersebut membuat risiko tabrakan di area persimpangan menjadi semakin tinggi, terutama ketika kendaraan dari arah lain mulai bergerak setelah lampu berubah hijau.

Simpang Empat Gatot selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Banjarmasin. Kepadatan kendaraan dari berbagai arah serta tingginya mobilitas masyarakat disebut menjadi faktor yang memperbesar potensi terjadinya insiden di kawasan tersebut.

Selain volume kendaraan yang tinggi, perilaku berkendara yang tergesa-gesa dan kurang disiplin dinilai masih menjadi persoalan utama di lapangan. Sejumlah pengendara disebut kerap melanggar marka jalan, menerobos lampu lalu lintas, hingga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat mendekati persimpangan.

Baca Juga  Kecelakaan Bus Wisata Semarang Di Tol Pemalang, 4 Penumpang Meninggal

Meski di lokasi terkadang terdapat bantuan pengaturan arus kendaraan oleh warga setempat atau yang dikenal masyarakat sebagai “Pak Ogah”, kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk mengurangi risiko kecelakaan apabila kesadaran pengendara masih rendah.

Warga berharap seluruh pengguna jalan lebih mengutamakan keselamatan dibanding mengejar waktu perjalanan. Menurut mereka, kecelakaan di persimpangan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain yang melintas.

Selain faktor kedisiplinan pengendara, masyarakat juga menilai kejadian kecelakaan yang berulang di kawasan Simpang Empat Gatot perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, khususnya mengenai sistem pengaturan lampu lalu lintas.

Beberapa warga menilai ritme pergantian lampu serta jeda waktu transisi antar arah kendaraan perlu ditinjau ulang agar lebih sesuai dengan kondisi kepadatan arus lalu lintas di lapangan.

Menurut mereka, evaluasi teknis terhadap durasi lampu hijau, kuning, dan merah dapat membantu meminimalisasi potensi benturan antar kendaraan di area persimpangan.

Selain itu, peningkatan pengawasan dan penegakan aturan lalu lintas juga dinilai penting untuk memberikan efek disiplin kepada pengguna jalan yang masih melanggar aturan.

Masyarakat berharap langkah antisipasi tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan besar atau menimbulkan korban jiwa, tetapi juga melalui tindakan pencegahan sejak dini sebagai bagian dari perlindungan keselamatan publik.

Peristiwa kecelakaan yang kembali terjadi di kawasan Simpang Empat Gatot menjadi pengingat pentingnya meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Pengamat transportasi menilai keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan pengaturan lalu lintas, tetapi juga sangat dipengaruhi perilaku pengguna jalan itu sendiri.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin mematuhi rambu lalu lintas, tidak memaksakan diri menerobos lampu merah, serta mengurangi kecepatan saat mendekati area persimpangan.

Baca Juga  Tekanan Harga BBM Meningkat, Masyarakat Soroti Nasib Subsidi Pertalite dan Dampak Ekonomi

Keselamatan berkendara dinilai bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan lain agar aktivitas lalu lintas dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di kawasan Simpang Empat Gatot tersebut. Aparat terkait diharapkan segera melakukan evaluasi dan langkah pencegahan guna meminimalisasi kejadian serupa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *