World Peace Forum 2026 Bahas Perdamaian dan Peran Generasi Muda di Bandung

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANDUNG – World Peace Forum 2026: Featuring Edu Fair and Harmony Tour digelar di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh The Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia bekerja sama dengan Masjid Raya Al Jabbar tersebut menghadirkan sekitar 300 peserta dari kalangan pemuda lintas iman, lintas kampus, dan lintas komunitas.

Forum ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan tokoh nasional, akademisi, komunitas, serta peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas isu perdamaian, keberagaman, pendidikan, dan penguatan jejaring generasi muda di tingkat global. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Bank BJB.

World Peace Forum 2026 menghadirkan sejumlah agenda utama, di antaranya Ambassador Lecture, Education Fair (Edu Fair), dan Harmony Tour yang berlangsung di kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Peserta juga mengikuti kunjungan edukatif ke Galeri Rasulullah sebagai bagian dari pengenalan sejarah, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pada sesi Seminar Panel dan Ambassador Lecture, sejumlah tokoh nasional maupun internasional menyampaikan pandangan mengenai diplomasi, toleransi, pembangunan perdamaian, dan kepemimpinan generasi muda. Narasumber yang hadir di antaranya Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar, Ketua Umum DKM Masjid Raya Al Jabbar Dr. K.H. Tata Sukayat, Deputy Ambassador of the State of Palestine to Indonesia Mr. Deyaeddin M.A. Alnamourah, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Zaki Hilmi, PLT Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat H.M. Nur Rochmat Robi Abdulrohim, serta Pembina JAKATARUB Wawan Gunawan.

Dalam sesi tersebut, para pembicara menyoroti pentingnya dialog lintas budaya, penguatan toleransi, serta peran generasi muda dalam membangun ruang sosial yang inklusif di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Baca Juga  Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Desa tentang Kawasan Rawan Bencana dan Langkah Mitigasi Bencana Alam di Kabupaten Gunungkidul

Sementara itu, sesi Education Fair menghadirkan pembicara dengan pengalaman pendidikan internasional dari berbagai negara. Para peserta memperoleh informasi mengenai peluang studi global, beasiswa, pertukaran budaya, serta pengembangan karier internasional.

Pembicara yang hadir berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Irlandia, Tiongkok, Inggris, Swiss, Tunisia, Albania, dan Skotlandia. Kehadiran narasumber internasional tersebut memberikan wawasan tambahan mengenai pentingnya jejaring global dan kompetensi lintas budaya di era perkembangan teknologi dan mobilitas internasional saat ini.

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi generasi muda dalam membangun budaya dialog dan toleransi di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan pendidikan dan kolaborasi lintas komunitas, forum tersebut mendorong terciptanya ruang komunikasi yang terbuka dan inklusif.

World Peace Forum 2026 menjadi salah satu kegiatan yang menitikberatkan pada pengembangan wawasan generasi muda mengenai perdamaian, keberagaman, serta pentingnya kerja sama lintas identitas dalam menghadapi tantangan sosial global secara konstruktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *