Fakultas Hukum Universitas MPU Tantular Resmikan Peluncuran Buku ‘Jelajah Budaya’

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 21 Juli 2025 – Fakultas Hukum Universitas MPU Tantular secara resmi meluncurkan buku Jelajah Budaya: Kumpulan Karya dari Ruang Kuliah Antropologi pada Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di Cyber 2 Tower, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kampus dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam dokumentasi dan kajian budaya melalui tulisan ilmiah populer.

Buku tersebut merupakan kompilasi karya mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir Mata Kuliah Antropologi Hukum, di bawah bimbingan dosen pengampu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. Para mahasiswa melakukan observasi sosial, menggali fenomena budaya di masyarakat, dan mengemasnya dalam bentuk tulisan yang dapat diakses oleh khalayak umum.

Acara peluncuran dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Non-Akademik, Ir. Rodeyar S. Pasaribu, M.Si., yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang mendukung kolaborasi serta kreativitas lintas disiplin.

“Kampus bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan berkreasi secara akademik,” ujarnya.

Sesi diskusi budaya turut mewarnai acara, dimoderatori oleh Ir. Santiamer Silalahi, dan menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi, peneliti, serta perwakilan instansi pemerintah.

Pendekatan Multidisipliner dalam Studi Hukum

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Suyud Margono, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam penulisan buku ini mencerminkan pendekatan pembelajaran yang lebih menyeluruh.

“Memahami hukum tidak cukup dari teks semata, tetapi juga memerlukan pemahaman terhadap nilai-nilai sosial dan budaya dalam masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Irwan Nazri selaku ketua pelaksana kegiatan. Ia menilai bahwa proses penulisan buku menjadi pengalaman akademik yang memperluas cara pandang mahasiswa terhadap konteks hukum.

“Melalui proyek ini, mahasiswa belajar bahwa hukum tidak berdiri sendiri, melainkan selalu terhubung dengan realitas sosial dan budaya,” tuturnya.

Baca Juga  Kuliah Politik Hukum S2 Ilmu Hukum Universitas MPU Tantular Digelar Offline di Telaga Seafood Cibubur

Mahasiswa sebagai Kontributor Pengetahuan Budaya

Arfian D. Septiandri dari Divisi Humas Universitas menyatakan bahwa publikasi ini menjadi medium komunikasi antargenerasi dalam isu-isu kebudayaan yang sering kali luput dari perhatian.

“Buku ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pelestarian narasi budaya yang kontekstual,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemerintah dan Lembaga Riset

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang hadir. Pengamat budaya Batak, Dr. Henry Pandapotan Panggabean, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk kesadaran intelektual mahasiswa terhadap budayanya.

“Ketika mahasiswa menulis tentang lingkungan budaya mereka sendiri, proses pembelajaran menjadi lebih membumi,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Pupla Dirdjaja, juga menyambut baik peluncuran buku ini.

“Budaya semestinya tidak hanya dikaji, tetapi juga dibicarakan dan dihidupkan dalam kegiatan kampus,” ujarnya.

Dari sisi lembaga riset nasional, Dr. Agus Fanar Syukri, Peneliti Ahli Utama dari BRIN, menyampaikan bahwa karya-karya seperti ini berpotensi menjadi cikal bakal riset kolaboratif lintas disiplin.

“Kami membuka peluang kerja sama lebih luas dengan kampus yang aktif menghasilkan publikasi semacam ini,” tuturnya.

Mendorong Budaya Menulis di Lingkungan Kampus

Penerbitan Jelajah Budaya diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya menulis dan berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Buku ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan karya yang relevan secara sosial dan edukatif.

Kegiatan ini menegaskan peran pendidikan tinggi bukan hanya dalam mentransfer ilmu, tetapi juga dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: FERADI WPI dan Universitas Karya Husada Resmi Buka Program S1 Ilmu Hukum: Fleksibel, Terjangkau, dan Siap Cetak Praktisi Hukum Profesional

Baca juga: Dana Desa: Solusi Pembangunan atau Ladang Korupsi?

Baca Juga  Tumpukan Sampah di Tanah Abang Sebabkan Jalan Licin dan Ganggu Mobilitas Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *