Presiden Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres Bahas Geopolitik Global

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginisiasi pertemuan dengan sejumlah mantan presiden dan wakil presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026 (pukul 19.30 WIB), untuk membahas perkembangan situasi geopolitik dan keamanan global yang dinilai semakin kompleks.

Pertemuan yang digelar di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta tersebut dihadiri Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-12 Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla. Kehadiran para tokoh tersebut telah dikonfirmasi melalui pernyataan resmi dari pihak Istana dan perwakilan masing-masing.

Secara formal, agenda pertemuan dikemas sebagai silaturahmi kebangsaan. Namun, sejumlah isu strategis menjadi pokok pembahasan, termasuk dinamika konflik di Timur Tengah pasca-serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berdampak pada stabilitas kawasan dan global.

Presiden Prabowo mengundang para pemimpin terdahulu untuk memperoleh pandangan dan masukan berdasarkan pengalaman mereka dalam merumuskan kebijakan luar negeri dan menghadapi dinamika global. Diskusi juga mencakup potensi dampak konflik terhadap harga energi dunia, stabilitas rantai pasok, keamanan maritim, serta posisi diplomatik Indonesia dalam forum internasional.

Selain isu Timur Tengah, pertemuan turut membahas perkembangan ketegangan geopolitik antara blok negara besar, transformasi sistem ekonomi global, ancaman keamanan siber lintas negara, hingga dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

Di sisi politik domestik, Presiden juga mengundang sejumlah ketua umum partai politik sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan konsensus nasional. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global yang berimplikasi pada kebijakan dalam negeri.

Secara konstitusional, Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempertegas posisi Indonesia dalam menjaga netralitas, mendorong penyelesaian konflik secara damai, serta melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global.

Baca Juga  "Saya Tidak Akan Lari dari Hukum": Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Kuota Haji

Pertemuan ini sekaligus mencerminkan pendekatan keberlanjutan tata kelola pemerintahan (continuity of governance), di mana pengalaman para pemimpin sebelumnya menjadi referensi dalam pengambilan keputusan strategis pemerintahan saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi terkait hasil pembahasan. Pemerintah menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik setelah agenda selesai dilaksanakan.

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *