Pakar Soroti Keputusan Kontroversial AFC: Indonesia Wajib Waspadai Dampak Psikologis dan Teknis Jelang Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta — Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah bersama babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan.

Dalam sebuah diskusi sepak bola yang, Yusuf Kurniawan yang dikenal publik sebagai Bung UK mengupas berbagai aspek dari keputusan AFC yang dinilai mengandung persoalan keadilan, transparansi, dan potensi keuntungan non-teknis bagi tuan rumah.

Keputusan yang Menuai Pertanyaan

AFC telah menetapkan Qatar dan Arab Saudi sebagai penyelenggara terpusat babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk zona Asia. Keputusan ini dinilai menimbulkan ketimpangan, khususnya bagi negara-negara non-tuan rumah, seperti Indonesia dan Irak. Meski sempat muncul penolakan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan penerimaan terhadap keputusan tersebut.

“Realitasnya, Qatar dan Arab Saudi adalah negara dengan kekuatan besar di AFC dan FIFA. Qatar sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, dan Arab Saudi dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2030. Sulit bagi AFC untuk menolak pengaruh mereka,” ujar Bung UK.

Menurutnya, Indonesia juga mengalami keterbatasan diplomatik karena tidak memiliki representasi aktif dalam struktur pengambilan keputusan AFC.

Pertanyakan Transparansi Pengundian

Yusuf Kurniawan juga menyoroti perubahan komunikasi AFC terkait sistem pertandingan. Awalnya disebutkan akan menggunakan format terpusat, lalu diumumkan proses penawaran (bidding), hingga akhirnya keputusan jatuh kepada Qatar dan Arab Saudi.

“Proses ini tidak sepenuhnya terbuka. Tidak jelas apakah penunjukan tuan rumah murni berdasarkan peringkat atau faktor politis lainnya. Ini mengundang tanya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keuntungan non-teknis seperti tekanan suporter dan kecenderungan wasit, sebagaimana pernah dialami Indonesia saat menghadapi Bahrain pada 2012, harus diwaspadai.

Baca Juga  NOC Indonesia Protes Kebijakan AFC-OCA, Soroti Isu Sepak Bola Regional dan Kiprah Pemain di Eropa

Persiapan Indonesia: Waspadai Pot 1 dan 2

Berdasarkan sistem pembagian pot oleh AFC menggunakan ranking FIFA, Indonesia berada di Pot 3 bersama Oman. Ini berarti Garuda akan menghadapi tim dari Pot 1 (Qatar atau Arab Saudi) dan Pot 2 (Irak atau Uni Emirat Arab).

“Secara pribadi, saya berharap Indonesia tidak satu grup dengan Irak. Rekor kita buruk, kalah 5-1 dan 2-0 di babak sebelumnya, serta satu kekalahan di Piala Asia. Sementara melawan Arab Saudi dan UEA, kita punya catatan lebih baik,” papar Bung UK.

Ia menggarisbawahi bahwa menghadapi Qatar di kandang lawan tetap berat secara psikologis, namun secara keseluruhan masih lebih baik dibanding menghadapi Irak yang disebutnya sebagai “momok mental”.

Fokus pada Penguatan Internal

Menyikapi peluang Indonesia secara realistis, Bung UK tetap menunjukkan optimisme dengan syarat perbaikan signifikan dalam aspek teknis dan taktis.

“Kita harus belajar dari kekalahan melawan Jepang. Lawan-lawan di babak keempat ini tidak sekelas Jepang, jadi secara logika kita punya peluang. Tapi tim harus fokus, disiplin, dan tidak membuat kesalahan kecil,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya penguatan mental bertanding, termasuk mempersiapkan tim untuk menghadapi tekanan dalam laga tandang.

Pentingnya Representasi Indonesia di AFC

Yusuf Kurniawan juga menyoroti pentingnya kehadiran Indonesia dalam struktur kepengurusan AFC untuk memperkuat posisi diplomatik di masa depan.

“Kita tidak bisa terus mengeluh jika tidak ikut duduk di meja pengambil keputusan. Saatnya PSSI memperjuangkan posisi di AFC,” pungkasnya.

Baca juga: Perda Pajak Daerah Disahkan, UMKM Beromzet Rp15 Juta Kena Tarif 10 Persen 

Baca juga: Indonesia Taklukkan China 1-0 di SUGBK: Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia 2026

Baca Juga  Indonesia Taklukkan China 1-0 di SUGBK: Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *