Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Belum Akan Naik

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun LPG 3 kilogram dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat bersama Presiden Republik Indonesia yang membahas sektor energi dan hilirisasi industri, Jumat 12 Juni 2026.

Dalam keterangannya kepada media, Bahlil menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis nasional di bidang energi. Presiden memberikan arahan agar Kementerian ESDM mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika kondisi global.

Menurut Bahlil, terdapat tiga prioritas utama yang menjadi fokus pemerintah. Pertama, percepatan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Kedua, penataan sektor pertambangan melalui penguatan tata kelola dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Ketiga, peningkatan kesiapan sistem ketenagalistrikan nasional, termasuk aspek pasokan energi dan bahan bakar.

Terkait harga energi, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG 3 kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme yang berlaku sesuai perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan badan usaha penyedia energi. Pemerintah, menurut Bahlil, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga energi agar tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan sektor usaha.

Selain membahas harga energi, pemerintah juga sedang mengkaji berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat. Sejumlah program dan kebijakan lintas sektor disebut tengah disiapkan guna mengantisipasi dampak kenaikan biaya hidup dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga  Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil turut menanggapi isu pasokan batu bara yang dikaitkan dengan gangguan pasokan listrik di beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional masih tersedia dan mencukupi.

Menurutnya, pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus melakukan koordinasi untuk memastikan sistem kelistrikan nasional berjalan optimal. Berbagai langkah teknis dilakukan guna mengatasi kendala operasional yang muncul di sejumlah pembangkit maupun jaringan distribusi.

Sektor energi menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Kebijakan terkait harga BBM, LPG, pasokan listrik, serta pengembangan energi alternatif memiliki dampak terhadap biaya transportasi, produksi, distribusi barang, dan kebutuhan rumah tangga.

Percepatan pemanfaatan energi alternatif juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi tertentu di tengah dinamika pasar energi global.

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas sektor energi melalui penguatan pasokan, percepatan transisi energi, serta kebijakan yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Kementerian ESDM bersama instansi terkait juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan sektor energi nasional guna memastikan kebutuhan masyarakat dan industri tetap terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *