Pria Bersimbah Darah Masuk Rumah Warga di Mantuil, Sempat Meminta Perlindungan

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Seorang pria bernama Adi Imam Fizay (30) ditemukan meninggal dunia setelah memasuki rumah warga di kawasan Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Sebelum terjatuh, pria tersebut sempat meminta perlindungan kepada pemilik rumah, Nurdin (50). Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut, sementara penyebab luka yang dialami korban serta rangkaian kejadian sebelum ia tiba di rumah tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan keterangan dalam informasi awal yang dihimpun, korban mendatangi rumah Nurdin ketika pemilik rumah sedang duduk bersama empat anggota keluarganya di ruang keluarga. Kedatangan seorang pria yang tidak dikenal tersebut membuat penghuni rumah terkejut.

Nurdin sempat meminta pria itu keluar karena tidak mengenalinya. Namun, korban justru menyampaikan keinginan untuk berlindung. Setelah masuk ke dalam rumah, korban menutup dan mengunci pintu.

Tidak lama kemudian, korban terjatuh di lantai. Nurdin yang panik dan tidak mengetahui kondisi korban saat itu memilih keluar rumah. Belum diketahui secara pasti alasan korban mendatangi rumah tersebut maupun peristiwa yang dialaminya sebelum tiba di lokasi.

Selain kondisi korban di dalam rumah, bercak darah juga terlihat di badan jalan yang berjarak sekitar 10 hingga 20 meter dari rumah Nurdin. Temuan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang perlu ditelusuri untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban memasuki rumah warga.

Meski demikian, lokasi awal terjadinya luka belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Hubungan antara bercak darah di jalan dan kondisi korban di dalam rumah juga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas berwenang.

Baca Juga  Tim Advokasi Fam Fuk Tjhong alias Uun Minta Polda Banten Uji Kembali Rantai Komunikasi dan Penentuan Tujuan Membawa Korban

Relawan yang membantu proses evakuasi menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia saat ditemukan dan dievakuasi. Kondisi tubuh korban dilaporkan dipenuhi darah.

Informasi mengenai jenis luka, penyebab luka, serta kemungkinan adanya tindak kekerasan belum dapat disimpulkan tanpa hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah kejadian tersebut dilaporkan kepada ketua RT dan kepolisian, petugas melakukan penanganan lebih lanjut. Identitas korban diketahui melalui pemeriksaan sidik jari oleh Tim Identifikasi atau Inafis Polresta Banjarmasin.

Korban diketahui bernama Adi Imam Fizay, berusia 30 tahun, dan tercatat sebagai warga Kompleks Aldi Citra Persada Blok B, Jalan Mantuil Permai, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Pemeriksaan identitas tersebut membantu memastikan siapa pria yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah itu. Namun, identitas korban belum menjelaskan penyebab kejadian maupun pihak yang mungkin berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga informasi ini disusun, kronologi lengkap sebelum korban memasuki rumah warga, penyebab luka yang dialaminya, dan faktor yang menyebabkan kematiannya belum diketahui secara pasti berdasarkan keterangan yang tersedia.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk mengetahui asal luka, kemungkinan adanya tindak pidana, serta rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan. Kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun dugaan keterlibatan pihak lain harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera menghubungi aparat kepolisian atau layanan darurat apabila menemukan seseorang dalam kondisi kritis, mencurigakan, atau diduga menjadi korban kekerasan. Masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan diri, tidak mengubah keadaan lokasi jika tidak diperlukan untuk menyelamatkan seseorang, serta memberikan informasi yang relevan kepada petugas.

KawanJariNews.com akan mengedepankan asas kehati-hatian dalam pemberitaan ini. Informasi mengenai penyebab kematian dan kronologi lengkap kejadian masih menunggu verifikasi serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga  Istri Fam Fuk Tjhong Alami Trauma Pasca Peristiwa di Lebak, Kuasa Hukum Tegaskan Permohonan LPSK Diajukan Sebelum Perdamaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *