Motif Pembunuhan Ustadzah di Banjarbaru Terungkap, Polisi Sebut Pelaku Ingin Rampas Harta Korban

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARBARU — Kepolisian mengungkap motif pembunuhan terhadap Hasanah (25), seorang pengajar di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura. Korban diduga menjadi sasaran pencurian dengan kekerasan oleh dua pelaku berinisial MFI dan AS yang disebut berniat merampas harta benda milik korban.

Kapolres Banjarbaru, Pius X Febry Aceng Loda, menjelaskan kedua terduga pelaku telah diamankan dan kini menjalani proses hukum. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut setelah beberapa kali melihat korban melintas seorang diri sepulang beraktivitas.

Menurut kepolisian, motif utama tindak pidana itu berkaitan dengan faktor ekonomi. Kedua pelaku disebut sedang mengalami kesulitan keuangan dan sempat berupaya meminjam uang kepada atasan mereka, namun tidak berhasil.

“Pelaku melihat korban kerap membawa tas berwarna hitam saat melintas di sekitar tempat tinggal mereka, sehingga muncul niat melakukan pencurian,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Sabtu.

Polisi menyebut aksi dilakukan dengan cara menghadang korban di perjalanan. Saat kejadian, korban diduga mengalami kekerasan menggunakan benda tumpul hingga meninggal dunia di lokasi.

Setelah itu, pelaku membawa sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam dan sepeda motor. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit ponsel merek Vivo V19 serta sepeda motor Honda Beat milik korban.

Kepolisian juga mengungkap kendaraan roda dua tersebut sempat disembunyikan di sekitar lokasi kejadian. Motor itu diduga hendak dijual setelah situasi dinilai aman oleh pelaku.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga di area lahan kosong kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, pada Rabu malam. Lokasi penemuan korban disebut tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Hasanah dikenal sebagai pengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura. Sejumlah pihak menyebut korban dikenal aktif mengajar dan memiliki hubungan baik dengan para santri.

Baca Juga  Truk Overload Ganggu Lalu Lintas dan Rusak Jalan di Mantuil, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat akibat benturan benda tumpul pada bagian kepala dan wajah. Polisi juga memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual dalam perkara tersebut.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara, mendalami peran masing-masing tersangka, serta menyiapkan proses hukum lanjutan sesuai ketentuan pidana yang berlaku.

Kasus ini mendapat perhatian publik karena korban merupakan tenaga pendidik pesantren yang aktif mengajar. Pengungkapan cepat perkara tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban dan masyarakat.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keamanan lingkungan serta kewaspadaan masyarakat, khususnya pada jalur sepi dan waktu rawan kejahatan.

Selain itu, kasus ini menunjukkan bahwa tindak kriminal bermotif ekonomi masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan lintas sektor, baik melalui penegakan hukum maupun pencegahan sosial.

Kepolisian Banjarbaru menegaskan akan menuntaskan penyidikan secara profesional dan transparan. Dua tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku, sementara masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *