KawanJariNews.com – JAKARTA – Sebuah konter telepon genggam di Jalan Raya Kampung Tengah, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, dibobol pelaku pada Jumat (24/4/2026). Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV), sementara pelaku diduga membawa kabur sejumlah barang elektronik dan voucher penjualan.
Peristiwa pembobolan diketahui setelah pemilik usaha mendapati kondisi toko dalam keadaan berantakan saat membuka tempat usahanya. Etalase serta lemari penyimpanan dilaporkan telah dibongkar.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga beraksi seorang diri dengan masuk melalui bagian atap atau plafon bangunan. Pelaku terlihat memanjat dari luar bangunan sebelum masuk ke dalam konter melalui celah di bagian atas.
Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak mengenakan jaket berwarna gelap dan tidak menutupi wajah, sehingga ciri fisiknya terekam cukup jelas oleh kamera pengawas. Rekaman itu kini menjadi salah satu barang bukti penting dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Setelah berada di dalam toko, pelaku terlihat membuka etalase ponsel dan membongkar lemari penyimpanan bagian bawah. Sejumlah barang dilaporkan hilang, antara lain satu unit laptop, beberapa telepon genggam, tablet, serta voucher penjualan.
Pemilik usaha memperkirakan kerugian materiil mencapai jutaan rupiah. Namun, nilai pasti kerugian masih dalam pendataan sambil menunggu inventarisasi lengkap seluruh barang yang hilang.
Salah seorang warga sekitar bernama Aldi menyebut kawasan tersebut relatif sepi pada malam hari, terutama setelah tengah malam. Menurutnya, minimnya aktivitas warga saat malam diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat dari Polsek Pasar Rebo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti, serta memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Penyidik juga tengah mendalami kemungkinan apakah pelaku telah mengetahui kondisi bangunan dan sistem keamanan toko sebelum beraksi.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyasar usaha ritel kecil yang bergantung pada keamanan lingkungan dan perlindungan fisik bangunan. Modus masuk melalui plafon menunjukkan pelaku memanfaatkan titik lemah bangunan yang jarang diawasi.
Peristiwa tersebut juga mengingatkan pelaku usaha untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti pemasangan alarm, penguatan akses atap dan plafon, pencahayaan memadai, serta penyimpanan barang bernilai tinggi di tempat yang lebih aman.
Selain itu, keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengawasan lingkungan dinilai penting untuk membantu mencegah tindak kriminal, khususnya pada jam-jam rawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memburu pelaku dan mendalami identitas yang terekam dalam CCTV. Aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.















