Video Dugaan Pengeroyokan di Sungai Jingah Banjarmasin Viral, Saksi Sebut Rekaman Dibuat untuk Bukti

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Video dugaan pengeroyokan yang disebut terjadi di kawasan Jalan Sungai Jingah, belakang Kubah Guru Zuhdi, Gang Jamaluddin 3, Banjarmasin, viral di media sosial dan grup WhatsApp warga. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria terbaring di atas aspal dan diduga dipukul menggunakan balok. Sejumlah saksi di lokasi membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut video direkam sebagai dokumentasi sekaligus bukti kejadian yang berlangsung pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Viralnya video dugaan pengeroyokan di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin, memicu perhatian warga setelah rekaman itu tersebar luas di berbagai platform media sosial dan percakapan grup WhatsApp.

Dalam salah satu video yang beredar, tampak seorang pria terbaring di badan jalan, sementara seseorang diduga memukul ke arah korban menggunakan balok. Selain itu, dalam rekaman CCTV lain yang juga beredar, terlihat sekelompok pemuda mendatangi sebuah rumah yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, peristiwa tersebut diketahui memang terjadi beberapa hari sebelum video viral. Penghuni rumah yang tampak dalam rekaman CCTV disebut membenarkan adanya kejadian di lokasi tersebut.

Wildan, yang disebut sebagai saksi sekaligus sumber video yang beredar, menyatakan rekaman tersebut dibuat langsung di tempat kejadian sebagai dokumentasi atas keributan yang terjadi malam itu.

Video itu memang dari kami di lokasi. Direkam sebagai bukti saat keributan terjadi,” ujar Wildan.

Sementara itu, Febri, yang juga mengaku berada di lokasi saat insiden berlangsung, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, ia bersama beberapa rekannya sedang berada di luar rumah ketika terjadi cekcok dengan seorang pria yang melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga  SP2HP2 Bidpropam Polda Jateng Sebut Dugaan Pelanggaran Disiplin AKP Herawan, M. Arifin Kritik Jalannya Sidang Disiplin di Polresta Surakarta

Menurut Febri, situasi kemudian berkembang setelah pria tersebut disebut datang kembali bersama beberapa orang lainnya. Ia menyebut kondisi di lokasi sempat memanas karena adanya dugaan ancaman yang ditunjukkan oleh kelompok yang datang.

Sesampainya kami di tempat dia, dia sudah ramai bersama kawan atau keluarganya. Ada yang memegang balok dan ada juga yang terlihat memegang parang yang masih berada di dalam sarung,” tutur Febri.

Keributan kemudian tidak dapat dihindari. Dalam insiden itu, salah satu rekan mereka yang bernama Muh Faturrahman disebut terjatuh dan mengalami luka sobek di bagian dahi setelah terkena pukulan balok.

Setelah kejadian tersebut, Febri bersama rekan-rekannya memilih kembali ke rumah. Namun, menurut keterangannya, situasi belum sepenuhnya mereda karena tidak lama berselang sekelompok orang kembali mendatangi rumah tersebut.

Mereka datang lagi sekitar tujuh orang dan sempat menantang,” jelasnya.

Peristiwa ini disebut telah diketahui pihak kepolisian dari Polresta Banjarmasin, yang sebelumnya dikabarkan sempat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan menggali informasi dari para saksi di sekitar tempat kejadian.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian terkait status hukum para pihak yang terlibat, kronologi final berdasarkan hasil penyelidikan, maupun langkah penanganan lanjutan atas insiden tersebut.

Karena itu, seluruh keterangan yang berkembang saat ini masih bersumber dari saksi di lapangan dan materi video yang beredar, sehingga proses klarifikasi dan pendalaman oleh aparat penegak hukum tetap menjadi bagian penting untuk memastikan fakta secara utuh dan berimbang.

Peredaran video kekerasan di media sosial kerap memicu keresahan publik, terutama ketika informasi yang menyertai rekaman belum sepenuhnya terverifikasi oleh aparat berwenang. Dalam kasus seperti ini, dokumentasi visual memang dapat menjadi petunjuk awal, namun penetapan kronologi, pihak yang terlibat, serta unsur pidana tetap harus didasarkan pada penyelidikan resmi.

Baca Juga  Presiden Prabowo Teken PP Penghargaan untuk Justice Collaborator, Dorong Pengungkapan Kejahatan Terorganisir

Adanya keterangan saksi yang menyebut video dibuat sebagai bukti menunjukkan bahwa rekaman tersebut berpotensi menjadi salah satu materi pendukung dalam proses klarifikasi peristiwa. Meski demikian, penyebaran video di ruang publik juga berisiko menimbulkan persepsi sepihak, memicu emosi warga, hingga memperkeruh situasi apabila tidak disertai penjelasan yang lengkap dan berimbang.

Dalam konteks penegakan hukum, aparat kepolisian umumnya perlu memeriksa saksi, korban, rekaman CCTV, video yang beredar, serta kemungkinan barang bukti lain untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak menarik kesimpulan prematur sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Hingga saat ini, video dugaan pengeroyokan di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin, masih menjadi perhatian warga setelah viral di media sosial. Sejumlah saksi membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut rekaman dibuat sebagai dokumentasi bukti kejadian. Sementara itu, pihak Polresta Banjarmasin disebut telah mengetahui insiden tersebut dan sebelumnya sempat mendatangi lokasi. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *