Sri Mulyani Bersuara Usai Rumah Dijarah, Tegaskan Demokrasi Tak Boleh Diganti Anarki

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 1 September 2025 – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akhirnya memberikan pernyataan resmi setelah kediamannya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, menjadi sasaran penjarahan pada Minggu (31/8).

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, pada Senin (1/9), Sri Mulyani menyampaikan terima kasih atas simpati, doa, serta dukungan moral dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kejadian yang menimpanya tidak akan menggoyahkan komitmennya dalam menjalankan amanah negara serta menjaga prinsip demokrasi yang beradab.

Rumah Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dilaporkan mengalami penjarahan pada Minggu (31/8). Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, detail jumlah kerugian maupun kronologi lengkap dari pihak kepolisian masih belum dipublikasikan secara resmi.

Sri Mulyani sendiri menyampaikan tanggapan melalui unggahan di Instagram. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang datang dari masyarakat, sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai perjuangan membangun bangsa yang menurutnya harus berlandaskan etika, moralitas luhur, serta supremasi hukum.

Dalam unggahannya, ia menekankan bahwa sebagai pejabat negara dirinya telah disumpah untuk menjalankan amanah UUD 1945 dan seluruh peraturan perundang-undangan. Sri Mulyani juga menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia memungkinkan masyarakat menyalurkan aspirasi secara konstitusional, baik melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi maupun proses hukum di pengadilan, bukan dengan tindakan anarki, intimidasi, atau represi.

Unggahan resmi Sri Mulyani dipublikasikan pada Senin (1/9), sehari setelah insiden penjarahan rumahnya terjadi.

Pernyataan Sri Mulyani dipublikasikan melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, yang diikuti jutaan pengguna.

Menurutnya, membangun Indonesia adalah perjuangan yang terjal dan penuh risiko, sehingga harus dijalankan dengan amanah, kejujuran, integritas, serta kepatuhan pada prinsip demokrasi yang beradab.

Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pelaku maupun langkah hukum selanjutnya. Publik menanti penyelidikan aparat agar kejadian ini dapat diungkap secara transparan.

Baca Juga  Yulianto Kiswocahyono: Seruan Mogok Bayar Pajak Usai Pengesahan UU TNI Bukan Solusi, Perlu Respons Bijak dari Semua Pihak

Baca juga: TikTok Tutup Fitur Siaran Langsung Secara Sukarela di Tengah Kericuhan

Baca juga: Airlangga Hartarto Jelaskan Sri Mulyani Tidak Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *