Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Imanuel Ebenezer oleh KPK: Dugaan Pemerasan K3 Jadi Sorotan Publik

banner 468x60

kawanajrinews.com – Jakarta, 22 Agustus 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel Ebenezer, pada Rabu malam. Penangkapan ini menjadi perhatian publik karena Ebenezer merupakan pejabat pertama di kabinet Presiden Prabowo Subianto yang terjerat kasus korupsi.

KPK mengamankan Ebenezer bersama sepuluh orang lainnya dalam operasi senyap tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua, termasuk satu unit motor Ducati. “Tim penyidik masih berada di lapangan. Informasi detail akan kami sampaikan setelah pemeriksaan awal selesai,” ujar Budi.

Kasus yang menjerat Ebenezer berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum terhadap Wakil Menteri tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan, Yasir Lee, menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi di lingkungan kementeriannya. Ia menghormati langkah hukum yang diambil KPK dan menegaskan dukungannya terhadap pemberantasan korupsi. “Sejak awal saya meminta seluruh pejabat menandatangani fakta integritas. Bila terbukti melakukan korupsi, siap dicopot,” tegas Yasir.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan segera mengganti Ebenezer jika terbukti bersalah. Presiden juga mengingatkan seluruh pejabat negara untuk menjaga amanah jabatan dan tidak mencederai kepercayaan publik.

Ironisnya, sebelum penangkapan, Ebenezer dikenal vokal menolak praktik suap. Dalam beberapa kesempatan ia menegaskan tidak pernah meminta uang dan bahkan sempat menyuarakan hukuman mati bagi pelaku korupsi. “Kalau korupsi siap dihukum mati,” ucap Ebenezer dalam sebuah video yang kini kembali beredar luas.

Selama menjabat, Ebenezer kerap melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan. Salah satunya di Pekanbaru, saat ia menegur perusahaan Sanel Tour and Travel yang diduga menahan ijazah karyawan. Dalam video terakhir yang diposting sebelum penangkapan, Ebenezer memperingatkan pengusaha agar tidak bermain-main dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

Baca Juga  Soroti Kasus Andrie Yunus, I Wayan Sudirta: Itu Anak Manusia, Bagaimana Kalau Anak Tentara yang Disiram?

Hingga kini, Ebenezer bersama sepuluh orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Publik menantikan keputusan penyidik dalam 24 jam ke depan mengenai status hukum Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut.

Baca juga: 44,2% Anggaran Pendidikan 2026 Dialokasikan untuk Program MBG”; Yulianto: Pendidikan Harus Jadi Prioritas, Bukan Program Sesaat

Baca juga: Belum Ada Tersangka, KPK Pastikan Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Terus Berlanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *