Sampah Belum Tertangani, Tumpukan Mengular di Ruas Jalan Ciputat, Kritik Pengendara Menguat: Pemkot Tangsel Dinilai Lambat Tangani Krisis Persampahan

banner 468x60

KawanJarinews.com – Tangerang Selatan, 15 Desember 2025 — Persoalan penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan hingga pertengahan Desember 2025 masih jauh dari kata tuntas. Pantauan langsung di lapangan pada Minggu, 14 Desember 2025, menunjukkan tumpukan sampah dalam jumlah besar masih mengular di sejumlah titik strategis di wilayah Ciputat, tepatnya di ruas jalan bawah flyover arah Simpang Gaplek serta barier segitiga tengah jalan di seberang Pasar Ciputat arah Lebak Bulus.

Di lokasi bawah flyover, sampah rumah tangga terlihat ditumpuk memanjang dan ditutup terpal biru, menempati sebagian badan jalan. Sementara di seberangnya, tepat di area pembatas segitiga tengah jalan depan Pasar Ciputat, kantong-kantong sampah menumpuk terbuka, bercampur antara sampah organik dan anorganik, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pengguna jalan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara dan darurat, tanpa menyentuh akar persoalan krisis persampahan yang belakangan terus terjadi di Tangerang Selatan.

Keluhan Pengendara: “Ditutup Terpal Bukan Berarti Selesai”

Situasi ini memicu kritik tajam dari para pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Beberapa pengendara yang ditemui menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah daerah.

“Sampahnya ditutup terpal, tapi baunya tetap menyengat. Ini bukan solusi, cuma menutupi masalah. Jalan jadi sempit dan berbahaya,” ujar Ardi, pengendara sepeda motor yang rutin melintas menuju arah Lebak Bulus.

Pengendara lain menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya perencanaan dan koordinasi penanganan sampah.

“Kalau katanya ada penataan TPA dan rencana jangka panjang, tapi kenyataannya sampah numpuk di jalan begini, berarti ada yang salah. Kami ini yang kena dampaknya langsung,” kata Vida, warga Ciputat Timur yang melintas di sekitar Pasar Ciputat.

Baca Juga  Propam Polri Beberkan Pemeriksaan 7 Anggota Brimob Tabrak Ojol: Terbukti Langgar Kode Etik

Sementara itu, seorang pengemudi ojek daring menyebut kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

“Di bawah flyover itu jalannya sudah sempit, sekarang ditambah tumpukan sampah. Kalau malam hari apalagi hujan, rawan jatuh. Pemerintah seolah membiarkan,” keluh Wahyu, pengemudi ojek online.

Kontras dengan Pernyataan Resmi Pemerintah

Kondisi lapangan ini kontras dengan pernyataan resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Hadi Widodo pada (8/12/2025), sebagaimana dilansir media Tangsel Life, sebelumnya menyampaikan bahwa rencana penataan TPA Cipeucang masih berada pada tahap perencanaan, termasuk rencana pembebasan lahan dan pengelolaan jangka menengah.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan mendesak di wilayah perkotaan belum tertangani secara optimal, sementara warga dan pengguna jalan harus berhadapan langsung dengan dampak penumpukan sampah, mulai dari bau, gangguan lalu lintas, hingga potensi masalah kesehatan.

Dorongan Transparansi dan Langkah Nyata

Redaksi mencatat, hingga rilis lanjutan ini disusun, belum ada penjelasan teknis terbuka mengenai langkah darurat yang konkret, timeline penanganan di tingkat kota, serta mekanisme pengawasan titik-titik penumpukan sampah yang bersifat rutin.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan untuk memenuhi hak publik atas informasi, redaksi telah mengajukan surat permohonan wawancara dan klarifikasi tertulis kepada:

  1. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan
  2. Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan
  3. Wali Kota Tangerang Selatan

Langkah tersebut ditempuh sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, guna memastikan pemberitaan disusun secara berimbang, terverifikasi, dan profesional.

Krisis persampahan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan, kesehatan, dan hak dasar warga kota. Penanganan yang hanya bersifat menutup tumpukan sampah tanpa solusi menyeluruh berpotensi memperpanjang masalah dan menurunkan kepercayaan publik.

Baca Juga  Banjir Rendam Perumahan Pondok Maharta Tangsel, Ratusan KK Terdampak dan Akses Jalan Lumpuh

Redaksi akan terus mengawal dan mengangkat persoalan ini secara berkelanjutan hingga terdapat langkah nyata dan kebijakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Catatan Redaksi: Redaksi media ini menyatakan bahwa pemberitaan disusun secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *