Longsor Muaro Hemat Lumpuhkan Jalur Kerinci Selama 7 Jam, Empat Ambulans Terdampak

banner 468x60

KawanJariNews.com – KERINCI — Longsor yang terjadi di kawasan Muaro Hemat, Kabupaten Kerinci, menyebabkan akses jalan utama penghubung antarwilayah lumpuh total selama lebih dari tujuh jam akibat tertutup material tanah dan bebatuan. Peristiwa tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat dan arus kendaraan, termasuk empat unit ambulans yang sedang merujuk pasien serta membawa jenazah dari arah Jambi.

Lumpuhnya akses jalan membuat antrean kendaraan mengular dari dua arah selama proses evakuasi dan pembersihan material longsor berlangsung. Sejumlah kendaraan terpaksa tertahan di lokasi karena tidak dapat melintasi jalur tersebut.

Empat ambulans yang berada di jalur terdampak dilaporkan harus pulang pergi mencari alternatif perjalanan maupun menunggu akses kembali dibuka. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan.

Longsor di kawasan Muaro Hemat diketahui merupakan salah satu gangguan yang kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat. Material tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan menyebabkan jalur penghubung Kerinci dengan wilayah lain tidak dapat dilalui kendaraan selama beberapa jam.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kerinci Birali meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan cepat agar akses masyarakat kembali normal. Menurutnya, jalur Muaro Hemat memiliki peran penting sebagai akses penghubung antarwilayah sehingga memerlukan perhatian serius dalam penanganannya.

“Jalur ini sangat penting bagi masyarakat. Ketika terjadi longsor hingga berjam-jam, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga pelayanan kesehatan dan keselamatan warga,” ujar Birali.

Selain penanganan darurat di lokasi longsor, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan alat berat dan petugas siaga di titik-titik rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi. Ia mendorong adanya langkah penanganan permanen seperti pembangunan penahan tebing, normalisasi drainase, dan pemetaan wilayah rawan longsor untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Baca Juga  Banjir Bandang Gunung Slamet, Sungai Damar Payung Keruh dan Dangkal

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat maupun layanan darurat. Masyarakat berharap sistem tanggap darurat dan penanganan infrastruktur di wilayah rawan longsor dapat ditingkatkan agar aktivitas warga, khususnya layanan ambulans dan kemanusiaan, tidak kembali terganggu dalam waktu lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *