Basarnas Pastikan Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Selesai, 15 Orang Meninggal Dunia

banner 468x60

KawanJariNews.com – BEKASI – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, telah selesai dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.00 WIB. Berdasarkan data resmi Polda Metro Jaya, sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan usai operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, PT Kereta Api Indonesia (KAI), pemadam kebakaran, tenaga medis, serta unsur pemerintah daerah.

Menurut Mohammad Syafii, seluruh korban yang ditemukan di lokasi kejadian telah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit rujukan untuk penanganan medis maupun proses identifikasi.

Data korban meninggal dunia tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni 10 jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tiga jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RS Bela Bekasi, dan satu jenazah di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Sementara itu, korban luka-luka sebanyak 84 orang telah dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi dan Jakarta. Tingkat cedera korban beragam, mulai dari luka ringan hingga membutuhkan penanganan intensif.

Basarnas menyebut seluruh tim SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing setelah operasi evakuasi utama dinyatakan selesai. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dipertahankan untuk mengantisipasi kemungkinan temuan lanjutan saat proses pembersihan material kereta di lokasi kejadian.

Insiden kecelakaan bermula dari rangkaian peristiwa di jalur Bekasi Timur yang kemudian berujung tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah gerbong dan membuat proses penyelamatan berlangsung kompleks.

Petugas harus menggunakan alat hidrolik, pemotong logam, serta alat berat untuk membuka akses ke dalam gerbong yang mengalami deformasi struktur. Sejumlah korban sempat terjebak di antara rangkaian besi sebelum berhasil dievakuasi.

Baca Juga  Dirut PT KAI Paparkan Kronologi Awal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 7 Meninggal dan 81 Luka-luka

Di sisi operasional, PT KAI menyatakan jalur tertentu mulai dipulihkan secara bertahap, sementara jalur lain masih menjalani pemeriksaan teknis. Perjalanan kereta api sempat mengalami keterlambatan dan pengaturan ulang jadwal.

Pemerintah juga membuka posko informasi bagi keluarga korban di sejumlah titik untuk membantu pendataan, layanan administrasi, dan akses informasi resmi.

Kecelakaan di Bekasi Timur menjadi salah satu insiden perkeretaapian paling serius dalam beberapa tahun terakhir karena menimbulkan korban jiwa cukup besar serta mengganggu mobilitas masyarakat Jabodetabek.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya sistem keselamatan perjalanan kereta, kesiapan prosedur tanggap darurat, modernisasi persinyalan, serta koordinasi lintas instansi saat menghadapi bencana transportasi massal.

Selain dampak teknis, kejadian tersebut juga menimbulkan beban psikologis bagi keluarga korban dan masyarakat yang menggunakan transportasi publik setiap hari.

Basarnas menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan proses evakuasi telah dilaksanakan secara maksimal. Pemerintah bersama PT KAI dan instansi terkait menegaskan komitmen untuk menuntaskan investigasi penyebab kecelakaan serta mempercepat pemulihan layanan transportasi.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah, PT KAI, Polda Metro Jaya, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait perkembangan data korban maupun hasil penyelidikan.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *