Longsor di Bantaran Kali Ciliwung Tebet Rusak Enam Rumah Kontrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Longsor terjadi di kawasan bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026). Peristiwa yang berlangsung secara mendadak itu menyebabkan enam unit rumah kontrakan rusak—tiga di antaranya ambles sepenuhnya—namun tidak menimbulkan korban jiwa karena para penghuni telah mengosongkan rumah sejak beberapa bulan sebelumnya setelah muncul tanda-tanda keretakan tanah.

Insiden longsor terjadi di tebing tanah yang berbatasan langsung dengan aliran Kali Ciliwung di kawasan permukiman padat Kebon Baru, Tebet. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat jalan di depan rumah tiba-tiba terangkat sebelum bangunan di sekitarnya ambruk dalam hitungan detik. Material bangunan seperti tembok bata, atap seng, kayu, serta pipa PVC terlihat berserakan di dasar tebing dan sebagian jatuh ke aliran sungai.

Salah seorang warga setempat, Effendi, mengatakan peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat sehingga mengejutkan warga di sekitar lokasi.
“Waktu itu tanahnya tiba-tiba bergerak. Jalan di depan rumah seperti terangkat, lalu bangunan langsung ambruk dalam beberapa detik. Kejadiannya cepat sekali,” kata Effendi saat ditemui di lokasi.

Effendi menambahkan, sebelum longsor terjadi warga telah melihat tanda-tanda kerusakan pada tanah dan bangunan. Retakan pada jalan dan dinding rumah mulai terlihat sejak tahun lalu dan semakin memburuk dalam beberapa pekan terakhir.“Retakan sudah lama ada, sejak tahun lalu. Sempat diperbaiki, tapi makin parah apalagi setelah hujan beberapa hari terakhir. Karena khawatir, rumah-rumah itu sudah dikosongkan sekitar tiga sampai empat bulan lalu,” ujarnya.

Menurut keterangan warga, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga memperparah kondisi tanah di tebing bantaran sungai. Selain itu, erosi akibat aliran Kali Ciliwung yang terus-menerus menggerus tanah di bagian bawah tebing disebut turut melemahkan struktur tanah penopang bangunan.

Baca Juga  Pegawai Kios Ayam Geprek Ditemukan Meninggal di Dalam Freezer di Bekasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan longsor tersebut merupakan akibat faktor alam dan tidak berkaitan dengan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sedang direncanakan pemerintah daerah.“Lokasi ini memang termasuk dalam rencana titik normalisasi, tetapi saat ini masih dalam tahap perhitungan teknis dan belum masuk tahap pelaksanaan fisik,” kata Pramono dalam keterangan kepada media.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan akan memberikan bantuan kepada warga terdampak serta melakukan penanganan sementara di lokasi, termasuk pemasangan penyangga tebing untuk mencegah longsor susulan.

Kawasan bantaran Kali Ciliwung dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap erosi tebing dan longsor, terutama saat musim hujan. Kondisi tanah yang tergerus aliran sungai serta kepadatan permukiman di sekitar bantaran meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur dan bangunan.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengawasan kondisi geoteknis di kawasan rawan longsor serta pengelolaan drainase dan air limbah yang lebih terintegrasi di wilayah permukiman padat. Selain kerugian materi, warga yang terdampak menghadapi ketidakpastian terkait hunian sementara maupun rencana relokasi jangka panjang.

Hingga saat ini, aparat pemerintah daerah bersama petugas terkait masih melakukan pendataan kerusakan serta koordinasi penanganan di lokasi kejadian. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga di kawasan bantaran Kali Ciliwung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *