Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Siap Difungsikan Jelang Mudik Lebaran 2026 untuk Urai Kepadatan Lalu Lintas

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan direncanakan mulai dioperasikan secara fungsional menjelang arus mudik Lebaran 2026. Jalan tol sepanjang sekitar 62 kilometer yang dikelola PT Jasa Marga ini diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ, khususnya pada periode mudik dan arus balik Lebaran. 

Pengoperasian fungsional Tol Jakarta–Cikampek II Selatan menjadi bagian dari strategi pemerintah dan operator jalan tol dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas kendaraan selama periode mudik Lebaran. Ruas tol tersebut membentang dari Gerbang Tol Jati Asih hingga Gerbang Tol Sadang dan dirancang untuk mengalihkan sebagian arus kendaraan dari jalur utama Jakarta–Cikampek yang selama ini kerap mengalami kepadatan tinggi.

Direktur Utama PT Jasa Marga bersama jajaran Kepolisian Republik Indonesia melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan operasional ruas tol tersebut. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonoto, menyampaikan bahwa pengoperasian tol secara fungsional diharapkan mampu menjadi solusi tambahan untuk mengurai potensi kemacetan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Menurut Agus, aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum ruas tol digunakan oleh masyarakat. Penilaian kesiapan meliputi kelengkapan rambu lalu lintas, marka jalan, sistem penerangan, serta koordinasi pengamanan dan pengawasan dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan dan petugas pengelola jalan tol.

Ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan memiliki sejumlah gerbang tol yang dirancang untuk mendukung distribusi lalu lintas di wilayah selatan Jakarta dan Jawa Barat. Gerbang tol tersebut antara lain Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, hingga Sadang yang terhubung dengan jaringan jalan menuju wilayah Purwakarta dan Bandung.

Baca Juga  Arus Balik H+3, Gerbang Tol Kalihurip Utama Terpantau Ramai Lancar

Keberadaan ruas tol ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya tanpa harus sepenuhnya melewati jalur utama Tol Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi titik kepadatan.

Terkait waktu tempuh, pihak pengelola menegaskan bahwa klaim perjalanan Jakarta–Bandung dapat ditempuh dalam waktu 45 menit tidak sepenuhnya akurat. Berdasarkan simulasi perjalanan dengan kondisi lalu lintas normal dan kecepatan rata-rata sekitar 80 kilometer per jam, perjalanan dari Gerbang Tol Jati Asih hingga Sadang diperkirakan memerlukan waktu sekitar 45 hingga 50 menit. Sementara perjalanan lanjutan dari Sadang menuju Bandung membutuhkan tambahan waktu sekitar 80 menit.

Selama ini, ruas Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ menjadi jalur utama penghubung antara Jakarta dan wilayah Jawa Barat bagian timur serta Bandung Raya. Pada periode mudik Lebaran, jalur tersebut sering mengalami kepadatan tinggi akibat lonjakan volume kendaraan.

Pengoperasian Tol Jakarta–Cikampek II Selatan diharapkan dapat memecah arus kendaraan dan mendistribusikan lalu lintas ke koridor alternatif di bagian selatan. Selain membantu mengurangi kemacetan, keberadaan tol ini juga berpotensi meningkatkan aksesibilitas kawasan industri dan permukiman di wilayah Bekasi Selatan, Kabupaten Bogor, hingga Purwakarta.

Dari sisi ekonomi, pembangunan ruas tol ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan kawasan di sepanjang koridor jalan tol, termasuk pengembangan pusat logistik, kawasan industri, serta akses menuju sejumlah destinasi wisata di Jawa Barat.

PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian dan instansi terkait saat ini terus melakukan persiapan operasional, termasuk penyusunan rekayasa lalu lintas, penguatan sistem informasi lalu lintas berbasis real-time, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan jalur alternatif tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengoperasian fungsional Tol Jakarta–Cikampek II Selatan dapat berjalan lancar dan aman selama periode mudik Lebaran 2026.

Baca Juga  Impor 105 Ribu Pick-Up dari India untuk Koperasi Desa Melaju Meski Beragam Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *