KawanJariNews.com – JAKARTA – Dua unit bus milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terlibat tabrakan frontal di Koridor 13 jalur layang (elevated) kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin 23 Februari 2026 pukul 12.29 WIB. Insiden yang terjadi saat hujan tersebut mengakibatkan 24 penumpang luka-luka dan sempat mengganggu operasional layanan.
Kecelakaan terjadi di jalur khusus bus Koridor 13 yang menghubungkan Ciledug–Tendean, tepatnya di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi kepolisian, kedua bus melaju dari arah berlawanan sebelum akhirnya bertabrakan di jalur layang yang kerap disebut masyarakat sebagai “jalur langit”.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyatakan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi akibat kelelahan. Salah satu sopir berinisial Yayan diduga mengalami microsleep saat mengemudi, sehingga kendaraan yang dikemudikannya berpindah jalur dan menabrak bus dari arah berlawanan.
Menurut keterangan tersebut, kondisi microsleep berlangsung cukup lama hingga pengemudi kehilangan kendali. Penyelidikan lanjutan masih dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan faktor pendukung lain, termasuk kondisi fisik pengemudi, jadwal kerja, serta kemungkinan aspek teknis kendaraan.
Akibat benturan keras, bagian depan salah satu bus mengalami kerusakan parah. Pecahan kaca dari badan bus menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Data sementara menyebutkan 24 orang terluka, dengan dua penumpang mengalami fraktur pada bagian tangan dan telah dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Proses evakuasi dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim Transjakarta. Layanan di Koridor 13 sempat terganggu selama proses penanganan di lokasi. Meski demikian, operasional halte di sekitar Cipulir kembali berjalan setelah jalur dibersihkan dan pemeriksaan awal selesai dilakukan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pihaknya menunggu laporan resmi dari manajemen Transjakarta terkait hasil investigasi sebelum menentukan langkah kebijakan lanjutan.
Koridor 13 merupakan salah satu jalur elevated Transjakarta yang dirancang untuk mengurangi kemacetan di ruas arteri Jakarta Selatan. Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi di jalur layang yang memiliki sistem operasional terpisah dari lalu lintas umum.
Peristiwa tersebut juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kondisi fisik dan jadwal kerja pengemudi angkutan umum. Aspek keselamatan operasional, termasuk manajemen risiko kelelahan, menjadi faktor krusial dalam menjaga keamanan penumpang di layanan transportasi massal.
Polda Metro Jaya memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Manajemen Transjakarta menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk meningkatkan evaluasi keselamatan operasional di Koridor 13.










