KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Kondisi Jalan Teluk Tiram di Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah titik kerusakan berupa lubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (4/4/2026), kerusakan tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan dan hingga kini belum terlihat adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait.
Jalan Teluk Tiram, yang berada di wilayah Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan berupa lubang-lubang dengan ukuran bervariasi itu dinilai berpotensi membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang melintas di jalur tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Sabtu, 4 April 2026, permukaan jalan terlihat tidak merata dengan beberapa lubang tersebar di badan jalan. Kondisi tersebut memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati saat melintas agar terhindar dari risiko kecelakaan.
Kerusakan jalan ini disebut bukan terjadi dalam waktu singkat. Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan bahwa kondisi berlubang tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan. Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan atau perbaikan yang signifikan untuk memulihkan kondisi jalan agar kembali aman dilalui masyarakat.
Melihat kondisi yang terus memburuk, warga sekitar diketahui telah mengambil langkah inisiatif dengan melakukan penanganan sementara. Beberapa lubang di badan jalan ditutup menggunakan material seadanya untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan. Namun, upaya swadaya tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum mampu memberikan jaminan keselamatan secara optimal.
Penanganan mandiri yang dilakukan warga menunjukkan adanya kepedulian terhadap keselamatan bersama, namun sekaligus mencerminkan belum adanya intervensi teknis yang memadai dari instansi yang berwenang. Kondisi ini menjadi perhatian karena Jalan Teluk Tiram merupakan akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas harian.
Kerusakan jalan berlubang tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat malam hari, ketika jarak pandang terbatas, atau saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air. Situasi tersebut dapat menyulitkan pengendara dalam mengantisipasi kondisi jalan.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan dan menindaklanjuti dengan perbaikan permanen. Langkah cepat dinilai penting agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lanjut.
Kerusakan infrastruktur jalan di kawasan permukiman maupun jalur penghubung lingkungan merupakan persoalan yang kerap berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat. Jalan yang berlubang, apalagi dalam jumlah banyak dan tanpa penanganan cepat, dapat meningkatkan potensi kecelakaan, kerusakan kendaraan, hingga menghambat arus lalu lintas lokal.
Dalam konteks pelayanan publik, kondisi Jalan Teluk Tiram menjadi indikator penting perlunya respons cepat terhadap keluhan masyarakat, khususnya terkait sarana transportasi dasar. Perbaikan jalan tidak hanya menyangkut aspek kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Selain itu, inisiatif warga yang menutup lubang dengan material seadanya menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Namun, upaya tersebut tidak dapat menggantikan fungsi perbaikan teknis yang semestinya dilakukan oleh pihak berwenang melalui penanganan yang terukur dan berstandar keselamatan.
Hingga Sabtu (4/4/2026), kondisi Jalan Teluk Tiram di Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, masih terlihat rusak dan berlubang di sejumlah titik. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan permanen, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat terjamin dan potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini.










