KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar dilaporkan tenggelam di sungai kawasan Perumnas Kayu Tangi, Parak Pasar Kasturi, tepatnya sebelum Jembatan Kayu Tangi 2, Kamis pagi (19/3/2026). Hingga berita ini ditulis, proses pencarian oleh warga, relawan, dan aparat kepolisian masih terus berlangsung.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan sungai wilayah Perumnas Kayu Tangi, Parak Pasar Kasturi, Banjarmasin, pada Kamis pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban merupakan seorang anak laki-laki yang berstatus pelajar kelas 6 SD.
Menurut keterangan teman-teman korban yang berada di lokasi saat kejadian, korban diduga tenggelam ketika sedang bermain di sungai. Dalam dokumentasi video wawancara yang beredar, teman-teman korban tampak panik dan mengaku tidak sempat memberikan pertolongan saat insiden terjadi.
Setelah kejadian diketahui, warga sekitar segera bergerak bersama relawan dan aparat kepolisian untuk melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Hingga berita ini dibuat, korban masih belum ditemukan. Tim pencarian masih terus melakukan upaya pencarian lanjutan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, area sungai tersebut diketahui kerap menjadi tempat bermain anak-anak. Kondisi itu menjadi perhatian warga karena aktivitas bermain di kawasan perairan disebut sering terjadi tanpa pengawasan langsung dari orang tua atau orang dewasa.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama di kawasan permukiman yang memiliki akses langsung ke perairan. Sungai di wilayah permukiman kerap menjadi lokasi bermain anak-anak, namun pada saat yang sama menyimpan potensi bahaya apabila tidak diawasi secara memadai.
Kondisi lapangan yang menunjukkan area sungai sering digunakan sebagai tempat bermain tanpa pengawasan menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar. Karena itu, keterlibatan keluarga dan warga dinilai penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dalam informasi yang dihimpun, masyarakat juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan kolektif di lingkungan bantaran sungai, termasuk memastikan anak-anak tidak berenang atau bermain air sendirian.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban masih berlangsung dengan melibatkan warga, relawan, dan aparat kepolisian. Masyarakat diimbau agar orang tua lebih aktif mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai, tidak membiarkan mereka berenang sendiri, serta bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan sekitar demi mencegah kejadian serupa.










