KawanJariNews.com – Purwokerto, 25 Januari 2026 — Banjir bandang melanda Desa Kotayasa, Grumbul RW 3, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga Minggu siang, kondisi banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut dan berdampak pada perubahan aliran Sungai Damar Payung.
Menurut keterangan warga setempat berinisial FND, banjir bandang tersebut diduga dipicu oleh longsoran material dari kawasan Gunung Slamet yang terbawa aliran air menuju sungai. Material lumpur yang terbawa arus menyebabkan sungai menjadi keruh dan mengalami pendangkalan cukup signifikan.
FND menjelaskan, sebelum kejadian, kedalaman Sungai Damar Payung berkisar sekitar 50 sentimeter. Namun pascabanjir, kedalaman sungai menyusut menjadi sekitar 10 hingga 20 sentimeter akibat endapan lumpur tebal di dasar sungai. Kondisi tersebut turut memengaruhi kawasan wisata Damar Payung yang selama ini dikenal dengan kejernihan aliran airnya.
“Biasanya air sungai jernih dan menjadi daya tarik utama wisata, namun saat ini tertutup lumpur,” ujar FND.
Meski kondisi sungai mengalami perubahan, kawasan Damar Payung pada Minggu ini tetap dipadati pengunjung. Sejumlah warga dan wisatawan terlihat datang untuk menyaksikan kondisi sungai pascabanjir. Bahkan, beberapa anak-anak desa tampak memanfaatkan kondisi sungai yang dangkal untuk menangkap ikan yang terperangkap di dasar sungai.
Petugas setempat dilaporkan melakukan pembatasan akses masuk ke area sungai guna menjaga keselamatan pengunjung dan mengantisipasi potensi risiko lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pemantauan masih terus dilakukan oleh pihak desa.
Sementara itu, berdasarkan penuturan FND, pihak Bupati Banyumas disebut tengah melakukan koordinasi untuk menelusuri titik awal terjadinya banjir bandang tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya aliran banjir masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.










