Dua Adipati Pragola Pati yang Pernah Merepotkan Mataram

banner 468x60

kawanjarinews.com – Sejarah mencatat bahwa Kabupaten Pati pernah dipimpin oleh dua tokoh besar bergelar Adipati Pragola. Keduanya, yakni Adipati Pragola I dan Adipati Pragola II, sama-sama tercatat dalam sejarah karena keberaniannya menentang kekuasaan Mataram Islam. Perlawanan mereka bahkan sempat merepotkan dua raja besar Mataram: Panembahan Senopati dan Sultan Agung.

Adipati Pragola I merupakan penguasa Pati yang memimpin perlawanan terhadap Panembahan Senopati, pendiri Mataram Islam. Sementara Adipati Pragola II adalah penerusnya yang kelak menjadi musuh besar Sultan Agung.

Keduanya tercatat melakukan perlawanan terhadap ekspansi dan dominasi Mataram Islam. Adipati Pragola I melawan Panembahan Senopati pada tahun 1600, sedangkan Adipati Pragola II memimpin pasukan Pati melawan Sultan Agung dalam pertempuran besar pada 1627.

Pertempuran Adipati Pragola I dengan pasukan Mataram terjadi sekitar tahun 1600, ketika ia memutuskan menentang Panembahan Senopati. Adapun perlawanan Adipati Pragola II mencapai klimaks pada 4 Oktober 1627, yang menjadi hari wafatnya setelah kalah dalam duel melawan Ki Naya Darma, orang kepercayaan Sultan Agung.

Pertempuran Adipati Pragola I dengan Mataram berlangsung di sekitar Prambanan hingga Gunung Pati, tempat ia bertahan sampai akhir hayatnya. Sedangkan Adipati Pragola II memimpin perlawanan di berbagai wilayah, hingga akhirnya gugur dan dimakamkan di Sendang Sani. 

Perlawanan Adipati Pragola I dan II dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap ekspansi dan dominasi politik Mataram Islam atas wilayah Pati. Ambisi untuk mempertahankan kedaulatan daerah membuat keduanya memilih jalan perlawanan.

Adipati Pragola I akhirnya mundur ke Gunung Pati dan bertahan di sana sampai wafat. Sementara Adipati Pragola II tewas di medan perang setelah ditikam tombak Kyai Baru milik Ki Naya Darma. Meskipun demikian, perlawanan mereka tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah perlawanan lokal terhadap kekuasaan Mataram.

Baca Juga  Tari Jiwana Jinma Pelajar SMPN 1 Warungasem Meriahkan Batang Nusantara Expo

Kedua tokoh ini meninggalkan jejak sejarah yang kuat di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi kekuasaan besar pada masanya. Hingga kini, nama Adipati Pragola masih lekat dalam ingatan masyarakat Pati sebagai bagian dari warisan sejarah yang penuh dinamika.

Baca juga: Karakteristik Budaya Jawa: Perjalanan Sejarah dan Pengaruhnya

Baca juga: Mengungkap Pencipta Dhapur Keris: Warisan Budaya dalam Serat Centhini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *