banner 468x60

kawanjarinews.com – Klungkung, Bali  25 Maret 2025– Warga Banjar Sala, Desa Aan, membuat Ogoh-Ogoh bertemakan “KALA SUNGSANG”. Menurut Nyoman Kariasa,  Ogoh-Ogoh dari STT Werdhi Guna ini menggambarkan simbolisme perjuangan melawan sifat raksasa atau Kala yang menggoda manusia. “KALA SUNGSANG” dikonstruksi tidak hanya untuk menampilkan sisi menakutkan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merenungkan transformasi dari kekacauan menuju kedamaian.

Doc. Para pemuda dan anak-anak dari STT Werdhi Guna berlatih gamelan di Balai Banjar Sala, Desa Aan. (Bali,  25/3/2025 - Foto Dokumentasi: Witanto).
Doc. Para pemuda dan anak-anak dari STT Werdhi Guna berlatih gamelan di Balai Banjar Sala, Desa Aan. (Bali, 25/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).

Karya seni ini menunjukkan perjalanan spiritual, di mana raksasa yang awalnya menakutkan dapat bertransformasi menjadi Dewa setelah diimbangi dengan ritual sesajen. “Setelah mengaturkan upakara untuk Butha Kala, kami berharap dunia dapat mencapai ketenteraman,” jelas Kariasa.

Doc. Ogoh-Ogoh "KALA SUNGSANG" karya STT Werdhi Guna, Banjar Sala, Desa Aan, dengan ekspresi kuat dan penuh karakter, dilengkapi ornamen emas yang memperindah tampilannya. (Bali,  25/3/2025 - Foto Dokumentasi: Witanto).
Doc. Ogoh-Ogoh “KALA SUNGSANG” karya STT Werdhi Guna, Banjar Sala, Desa Aan, dengan ekspresi kuat dan penuh karakter, dilengkapi ornamen emas yang memperindah tampilannya. (Bali, 25/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).

Melalui makna tersebut, diharapkan masyarakat selalu ingat untuk menenangkan elemen yang menggoda kehidupan, bukan hanya menggoda atau merusak, melainkan hidup berdampingan dengan harmoni.

Lebih dari sekadar ritual, Ogoh-Ogoh ini menjadi wadah untuk merayakan kreativitas seni dan budaya. “Kami percaya bahwa filsafat kehidupan yang penuh makna akan selalu tumbuh seiring perkembangan peradaban,” tutup Nyoman Kariasa dengan penuh semangat.

Kegiatan ini bukan hanya mewakili seni visual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya yang ada di Bali.

Baca juga: Karakteristik Budaya Jawa: Perjalanan Sejarah dan Pengaruhnya

Baca juga: Menjaga Warisan Budaya di Era Digital: Antara Pelestarian dan Adaptasi

Baca Juga  Semarak Hari Santri Nasional, Yayasan Madin dan TPQ Darussalam Gelar Pawai Obor di Kendalsari Pemalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *