KawanJariNews.com – MANADO — Pdt. Andreas Handriana Mulia kembali terpilih sebagai Ketua Umum Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Pinksterbeweging untuk periode 2026–2031 dalam Sidang Raya XVI GGP di Hotel Aryaduta Manado, Sulawesi Utara, Kamis (1/10/2026). Ia terpilih melalui pemungutan suara setelah memperoleh suara lebih banyak dibandingkan Pdt. Hero Walukow, S.Th., yang menjadi calon lainnya untuk posisi Ketua Umum berdasarkan rekomendasi panitia nominasi.
Sidang Raya XVI GGP diikuti 266 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan wilayah di Indonesia, termasuk pendeta dan gembala jemaat. Forum yang berlangsung hingga Minggu (4/10/2026) tersebut membahas sejumlah agenda organisasi, antara lain evaluasi pelayanan dan program, laporan pertanggungjawaban, serta penetapan arah kepemimpinan dan pelayanan GGP untuk periode 2026–2031.
Pemilihan Ketua Umum menjadi salah satu agenda utama dalam sidang raya lima tahunan tersebut. Dua nama yang mengikuti proses pemilihan merupakan calon yang direkomendasikan panitia nominasi, yakni Pdt. Andreas Handriana Mulia dan Pdt. Hero Walukow, S.Th. Hasil pemungutan suara kemudian menetapkan Andreas Handriana Mulia untuk kembali memimpin organisasi gereja tersebut selama lima tahun ke depan.
Selain Ketua Umum, Sidang Raya XVI juga menetapkan sejumlah pimpinan perangkat organisasi. Pdt. Drs. Darmawan Sutedja, M.M., ditetapkan sebagai Ketua Majelis Pertimbangan setelah memperoleh suara lebih banyak dibandingkan Pdt. Daniel Gunawan.
Sementara itu, Pdt. Alex Rumayar, S.E., S.Th., ditetapkan sebagai Ketua Majelis Pengawas Perbendaharaan. Alex Rumayar menjadi calon tunggal setelah Pdt. Ronny Mangribet, S.Th., menyatakan tidak bersedia dicalonkan untuk posisi tersebut. Penetapan pimpinan Majelis Pusat, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pengawas Perbendaharaan dilakukan melalui mekanisme formatur tunggal sesuai dengan ketentuan organisasi.
Persatuan dan Pemulihan Menjadi Agenda Sidang
Sidang Raya XVI GGP mengangkat tema “Yesus Imanuel, Kepala Gereja, Mempersatukan, Memulihkan, Mewujudkan GGP Idaman Kristus”, yang didasarkan pada Efesus 1:15–23. Tema tersebut menjadi bagian dari pembahasan forum yang mencakup persatuan, kebersamaan, rekonsiliasi, serta keberlanjutan pelayanan organisasi.
Persatuan menjadi salah satu perhatian dalam sidang raya tersebut, terutama dalam konteks dinamika internal GGP dalam beberapa tahun terakhir. Arah tersebut juga berkaitan dengan Surat Penegasan Nomor B-687/DJ.IV/Dt.IV.I/BA.01/09/2026 tentang Sidang Raya Bersama (SRB) dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.
Surat tersebut memuat arahan agar GGP memperkuat persatuan dalam kehidupan bergereja serta menjadi salah satu konteks penyelenggaraan forum bersama pada 2026. Dalam pelaksanaannya, pembahasan mengenai tata kelola organisasi dan keberlanjutan pelayanan menjadi bagian dari agenda sidang raya.
Pimpinan dan Tokoh Gereja Hadir
Sejumlah tokoh gereja turut hadir dalam Sidang Raya XVI GGP. Di antaranya Pdt. Dr. Ronny Raymond Mandang, M.Th., dari Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII).
Hadir pula Pdt. Andreas Handriana Mulia sebagai Ketua Umum GGP periode 2023–2026, Pdt. Drs. Darmawan Sutedja, M.M., selaku Ketua Dewan Pembina, serta Pdt. Alex Rumayar, S.E., S.Th., selaku Ketua Dewan Pengawas Perbendaharaan Gereja.
Sidang Raya XVI GGP menjadi forum evaluasi sekaligus penetapan kepemimpinan dan arah organisasi untuk periode 2026–2031. Dengan terpilihnya kembali Andreas Handriana Mulia sebagai Ketua Umum, hasil sidang tersebut menjadi dasar bagi kepengurusan GGP dalam menjalankan program organisasi dan pelayanan di berbagai wilayah Indonesia selama lima tahun mendatang.











