A Broken Vessel and The Potter’s Hand”: Kisah Donny Andretti Bangkit dari Depresi Berat hingga Memimpin Berbagai Organisasi

banner 468x60

KawanJariNews.com – Minggu, 15 Februari 2026 — Adv. Donny Andretti, Ketua Umum FERADI WPI, ditemui rekan wartawan untuk membagikan kisah perjalanannya bangkit dari masa kelam sebagai mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan diagnosis depresi berat, hingga kini memimpin sejumlah organisasi dan lembaga yang telah memiliki lebih dari 1.800 anggota di seluruh Indonesia.

Judul reflektif yang ia sampaikan, “A Broken Vessel and The Potter’s Hand”, menggambarkan perjalanan hidupnya. “A Broken Vessel” dimaknainya sebagai bejana atau wadah yang rusak dan hancur, sedangkan “The Potter’s Hand” diartikan sebagai tangan Sang Ahli yang membentuk kembali bejana tersebut.

Perjalanan Organisasi dan Legalitas

Dalam database Kementerian Hukum dan HAM RI, tercatat sejumlah organisasi dan badan usaha yang lahir dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, berawal dari Organisasi Advokat & Paralegal FERADI WPI yang resmi terdaftar pada April 2024. Dari sana, berkembang berbagai entitas, antara lain:

  • Organisasi Paralegal & Advokat: FERADI WPI
  • Organisasi Mediator: FERADI MEDIATORE
  • Organisasi Pers: KAWAN JARI (Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia)
  • Organisasi Pecinta Tato: PMBI (Perkumpulan Masyarakat Bertato Indonesia)
  • Media online: KawanJariNews.com
  • Firma Hukum: Subur Jaya & Rekan
  • PT Kawan Jari Grup

Total anggota dari berbagai organisasi tersebut saat ini tercatat lebih dari 1.800 orang dan terus bertambah.

Sejumlah capaian yang disampaikan antara lain:

  • Kerja sama dengan beberapa universitas untuk mempermudah anggota menempuh pendidikan melalui jalur khusus.
  • Penyelenggaraan PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) bekerja sama dengan beberapa fakultas hukum.
  • Penyelenggaraan pendidikan dan sertifikasi non-akademik dengan gelar C.PFW (Certified Paralegal of FERADI WPI), C.MDF (Certified Mediatore of FERADI MEDIATORE), dan C.JKJ (Certified Journalist of KAWAN JARI).
  • Pemberian beasiswa pendidikan non-akademik serta PKPA hingga UPA Sumpah Advokat.
  • Lulusan FERADI MEDIATORE diterima sebagai Mediator Non Hakim di sejumlah pengadilan di Indonesia.
  • Pelaksanaan penyumpahan advokat di Pengadilan Tinggi di Indonesia.
  • Pembentukan Pusat Bantuan Hukum (PBH) FERADI WPI di berbagai daerah.
  • Kegiatan sosial, termasuk pembagian makanan bergizi gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
  • Pembukaan lapangan pekerjaan dan profesi baru bagi anggota.
  • Pendidikan jurnalistik yang membekali anggota dengan pemahaman Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
  • Pendampingan dan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga  Optimalisasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Berdasarkan Permendesa PDTT No. 7/2023

Masa Kelam dan Diagnosis Depresi Berat

Dalam penuturannya, Donny secara terbuka mengisahkan kondisi yang pernah ia alami.

“Saya masih teringat masa gelap saya. Ketika itu saya satu bulan penuh tidak bisa tidur. Ketakutan dan kepanikan yang tidak bisa saya jelaskan menguasai hidup saya sepanjang hari. Saya benar-benar tidak bisa bekerja. Saya mencoba berbagai cara untuk sembuh, sampai akhirnya saya konsultasi dengan dokter jiwa. Dokter mendiagnosis saya dengan gangguan jiwa berat, yaitu depresi berat.” tutunya

Ia menjelaskan bahwa sejak saat itu dirinya bergantung pada obat untuk dapat beristirahat.

“Sejak hari itu hidup saya bergantung pada obat agar bisa tidur. Itu pun hanya tidur singkat. Setiap kali efek obat hilang, saya terbangun dan gangguan itu datang lagi. Saya benar-benar tidak bisa bekerja.” Jelasnya

Selain berprofesi sebagai advokat, saat itu ia juga memiliki usaha toko. Namun kondisi kesehatannya membuat aktivitas ekonomi terhenti.

“Saya tidak bisa menganalisis kasus, tidak bisa berjualan karena saya bahkan lupa harga barang dagangan saya sendiri. Tabungan habis, perhiasan dijual untuk menyambung hidup. Saya pernah berada di titik dompet kosong dan saldo nol. Sekitar satu setengah tahun saya benar-benar tidak bisa bekerja.” ujarnya

Titik Balik dan Pemulihan

Donny mengungkapkan bahwa sekitar Oktober 2023 ia merasakan perubahan signifikan dalam kondisi kesehatannya.

“Suatu pagi saya bangun dan sepanjang hari itu saya merasa bahagia tanpa ketakutan. Saya mencoba tidak meminum lima butir obat yang biasa saya konsumsi. Seminggu tanpa obat, saya bisa tidur sendiri tanpa rasa takut. Satu plastik penuh persediaan obat akhirnya saya buang. Saya seperti tiba-tiba sembuh.” ungkapnya

Sejak saat itu, ia mulai kembali aktif dalam profesinya sebagai advokat dan perlahan membangun kembali aktivitas profesionalnya.

Baca Juga  FERADI WPI Buka Layanan Konsultasi Hukum Tatap Muka di Jakarta

Awal Pengembangan Organisasi

Pada Desember 2023, Donny mulai memanfaatkan platform media sosial untuk membuat konten edukasi hukum dan membuka ruang pelatihan hukum daring rutin setiap Senin malam.

“Melalui media sosial saya membuat video edukasi hukum, membuka anggota paralegal dan asisten advokat, serta mengadakan pelatihan hukum setiap Senin malam melalui pertemuan daring. Anggota terus bertambah.” jelasnya

Pada April 2024, organisasi advokat dan paralegal yang dirintisnya resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI. Seiring waktu, lahir berbagai organisasi dan badan usaha lainnya, antara lain organisasi mediator, organisasi pers, komunitas sosial, firma hukum, perusahaan, serta media online.

“Semua itu menjadi alat untuk menolong mereka yang membutuhkan. Selain mendatangkan rezeki bagi saya dan anggota, ada sisi sosial yang kami jalankan. Kami memberikan bantuan hukum cuma-cuma, beasiswa pendidikan non-akademik, hingga pendampingan sampai sumpah advokat.” tuturnya

Ia juga menyebut sejumlah anggota yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini telah berprofesi sebagai pemberi layanan hukum, mediator, maupun jurnalis setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan internal.

Refleksi Spiritual

Dalam pernyataannya, Donny Andretti menekankan bahwa perjalanan hidupnya merupakan bentuk anugerah Tuhan. Ia mengutip Kitab Yeremia 18:3-4 tentang bejana yang rusak dibentuk kembali oleh tukang periuk.

“Hidup saya sudah rusak dan hancur. Saya kira kisah saya berakhir. Ternyata saya disembuhkan dan dipercaya memimpin berbagai organisasi. Saya percaya ini bukan karena kekuatan saya, tetapi karena kehendak Tuhan,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat:

  1. Memiliki sikap hati yang benar dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.
  2. Menghormati dan menyayangi orang tua.
  3. Menerapkan prinsip berbagi kepada sesama.
  4. Setia kepada pasangan hidup.
  5. Mencintai bangsa Indonesia dan menginginkan hal-hal baik bagi negeri ini. 
Baca Juga  Istri M. Umar Bin Abu Tholib Apresiasi Putusan Kasasi, Tim Hukum Ajukan PK

Visi Sosial ke Depan

Donny Andretti menyampaikan sejumlah cita-cita sosial yang diharapkan dapat terwujud melalui organisasi yang dipimpinnya, antara lain:

  1. Dapur umum dengan makan siang gratis setiap hari.
  2. Sekolah dan universitas dengan beasiswa penuh bagi yang membutuhkan.
  3. Rumah sakit dengan layanan gratis tanpa diskriminasi.
  4. Pelatihan kerja dan kewirausahaan bagi pengangguran.
  5. Rumah rehabilitasi bagi mereka yang memiliki berbagai keterikatan.
  6. Panti asuhan dan panti jompo.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa impian tersebut dapat terwujud apabila mendapat kehendak dan dukungan yang memadai.

Kisah ini menjadi gambaran perjalanan seseorang yang pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, lalu bangkit dan membangun berbagai wadah organisasi yang diklaim telah memberi manfaat hukum, pendidikan, dan sosial bagi ribuan anggota di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *