Truk Crane Tersangkut di JPO Mampang Prapatan, Struktur Jembatan Dibongkar karena Dinilai Tidak Lagi Aman

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Sebuah truk pengangkut crane tersangkut pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). Insiden tersebut menyebabkan salah satu tiang penyangga utama JPO terlepas dari fondasinya sehingga pemerintah memutuskan membongkar seluruh struktur jembatan demi menjaga keselamatan masyarakat.

Kejadian bermula ketika truk pengangkut crane melintas di bawah JPO dan mengenai bagian struktur jembatan. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada konstruksi JPO, termasuk terlepasnya salah satu tiang penyangga utama dari pondasi.

Berdasarkan hasil penilaian teknis, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan karena dapat memengaruhi stabilitas keseluruhan struktur jembatan. Selain kerusakan pada tiang penyangga, benturan juga berpotensi berdampak terhadap gelagar, balok utama, dan sistem pengikat struktur.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan memutuskan untuk melakukan pembongkaran total terhadap JPO.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengatakan keputusan tersebut diambil karena salah satu komponen utama penyangga telah terlepas dari fondasi sehingga struktur tidak lagi memenuhi aspek keselamatan.

“Mau tidak mau, kami harus melepas,” ujar Rifki.

Menurutnya, jembatan tidak memiliki penyangga tambahan pada bagian tengah bentang yang dapat menjamin kestabilan sementara apabila struktur tetap dipertahankan.

Proses pembongkaran dilakukan melalui koordinasi antara Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengatur pelaksanaan pekerjaan sekaligus meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Pembongkaran dijadwalkan dimulai setelah jam sibuk pagi berakhir atau setelah pukul 09.00 WIB. Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan menuju kawasan Blok M ditutup sementara, sedangkan jalur lainnya tetap difungsikan dengan pengaturan lalu lintas secara parsial.

Baca Juga  Siswi SMAN 6 Jakarta Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Lauser, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

Secara teknis, pembongkaran dilakukan secara bertahap. Tahap awal diawali dengan pemotongan bagian atap JPO karena ruang antara struktur jembatan dan truk crane yang tersangkut dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pelepasan secara langsung. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pelepasan gelagar sebagai bagian utama dari struktur jembatan menggunakan alat berat yang dioperasikan tenaga teknis.

Selama proses berlangsung, area di sekitar JPO ditutup untuk umum. Petugas memasang pembatas, rambu peringatan, serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah masyarakat melintas di bawah struktur yang mengalami kerusakan. Proses pembongkaran diperkirakan selesai pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB apabila tidak terdapat kendala teknis di lapangan.

Insiden ini berdampak pada penutupan sementara JPO dan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Kapten Tendean. Selain itu, peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya keselamatan infrastruktur publik, khususnya dalam pengawasan kendaraan berdimensi besar yang melintas pada jalur dengan fasilitas penyeberangan orang.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Bina Marga memutuskan pembongkaran dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap kondisi struktur yang dinilai tidak lagi aman digunakan. Proses selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi teknis terhadap infrastruktur di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *