Kemacetan Parah Melanda Sejumlah Titik di Bali Sore Ini, Warga Diimbau Cek Maps Sebelum Bepergian

banner 468x60

kawanjarinews.com – Denpasar, 5 Maret 2025 – Kemacetan lalu lintas yang tidak biasa terjadi di sejumlah ruas jalan utama Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (5/3) sore. Pantauan hingga pukul 18.00 WITA menunjukkan antrean kendaraan mengular di berbagai titik seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Pulau Misol.

Kemacetan yang tergolong parah ini menyebabkan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama dibandingkan biasanya. Perjalanan yang umumnya hanya membutuhkan waktu 10–15 menit, kini memakan waktu hampir satu jam untuk menuju kawasan Renon. Kepadatan lalu lintas didominasi oleh kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.

Doc. Pengendara sepeda motor dan mobil memadati ruas Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali pada Senin sore (5/5/2025). Lalu lintas tersendat parah akibat padatnya volume kendaraan menjelang jam pulang kerja. (Foto Dokumentasi: Umbu Arfin).
Doc. Pengendara sepeda motor dan mobil memadati ruas Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali pada Senin sore (5/5/2025). Lalu lintas tersendat parah akibat padatnya volume kendaraan menjelang jam pulang kerja. (Foto Dokumentasi: Umbu Arfin).

Pengendara yang melintas menjadi pihak paling terdampak atas situasi ini. Salah satu pengemudi yang ditemui di Jalan Teuku Umar, menyampaikan kekesalannya.

“Kemacetan hari ini benar-benar parah. Biasanya hanya padat di jam sibuk atau sore hari, tapi kali ini hampir tidak bergerak,” ujarnya.

Kemacetan terpantau di sejumlah titik padat kendaraan, antara lain Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Pulau Misol. Kepadatan juga menjalar ke beberapa ruas jalan penghubung menuju kawasan pusat kota.

Kemacetan mulai terjadi sejak sore hari dan terus berlanjut hingga menjelang malam, tepatnya sekitar pukul 16.00 WITA hingga 18.00 WITA, berdasarkan pengamatan tim di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan atau kepolisian terkait penyebab utama kemacetan. Namun, meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, minimnya petugas pengatur lalu lintas di lapangan, serta kurangnya alternatif jalur diyakini menjadi faktor pemicu kepadatan tersebut.

Sejumlah pengendara berharap agar petugas segera turun tangan mengatur lalu lintas. Masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan, termasuk menunda keberangkatan jika tidak mendesak.

Baca Juga  Kapolda Jateng Tinjau Jalur Tol Trans Jawa di Rest Area 519 B Sragen

Redaksi menyarankan agar pengguna jalan mempertimbangkan penggunaan transportasi umum dan memanfaatkan aplikasi peta digital seperti Google Maps untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time serta mencari jalur alternatif. Pengguna jalan juga diimbau untuk tetap mematuhi rambu dan marka jalan demi kelancaran arus lalu lintas.

Dengan sinergi antara petugas dan kesadaran kolektif masyarakat, diharapkan situasi kemacetan ini dapat segera diurai dan tidak berdampak lebih luas pada aktivitas warga.

Baca juga: Kemacetan di Tol Purbaleunyi Arah Bandung, Pengguna Jalan Keluhkan Antrean Akibat Perbaikan Jalan

Baca juga: Presiden Prabowo Dukung Pembentukan Satgas PHK, Pimpinan Serikat Buruh Sampaikan 6 Tuntutan Utama di Hari Buruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *