Aksi Indonesia Cemas 2025: BEM SI Suarakan 11 Tuntutan untuk Bangsa

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk “Aksi Indonesia Cemas 2025”, yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 Juli 2025.

Aksi yang diikuti lebih dari 500 orang ini merupakan bentuk protes atas berbagai persoalan bangsa yang dianggap semakin kompleks dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. 

Koordinator aksi menjelaskan bahwa demonstrasi ini merupakan wujud kegelisahan mahasiswa dan rakyat terhadap arah kebijakan nasional yang dinilai menyimpang dari nilai-nilai keadilan, demokrasi, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Peserta aksi juga berupaya menyuarakan kegelisahan tersebut secara damai melalui orasi dan penyampaian tuntutan. Mereka sempat berusaha membuka barikade di depan Patung Kuda, namun tetap dikendalikan dengan pengawasan aparat. 

Dalam aksinya, BEM SI menyampaikan 11 poin tuntutan utama, antara lain:

  1. Penolakan intimidasi terhadap mahasiswa dan rakyat, menegaskan hak kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
  2. Revisi pasal bermasalah dalam KUHAP, khususnya pasal 93 yang dianggap membuka celah penetapan tersangka sewenang-wenang.
  3. Penolakan terhadap kebijakan pro-koruptor dan tuntutan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi.
  4. Perhatian terhadap masyarakat adat dan konflik agraria, menyoroti ketimpangan dan ketidakadilan.
  5. Penolakan revisi Undang-Undang TNI, yang dinilai berpotensi memperbesar peran militer dalam kehidupan sipil dan pendidikan.
  6. Penghormatan atas hak demokrasi dan kebebasan berpendapat, sebagai bagian dari hak asasi manusia.
  7. Perbaikan kebijakan ekonomi, dengan penekanan pada keberpihakan terhadap rakyat kecil dan pemerataan kesejahteraan.
  8. Peningkatan kualitas pendidikan, akses merata, dan perlindungan dari intervensi tak semestinya.
  9. Perlindungan lingkungan hidup, serta penolakan terhadap kebijakan yang merusak alam.
  10. Penegakan hukum yang adil dan transparan, bebas dari intervensi politik.
  11. Penguatan kedaulatan rakyat dan demokrasi, serta penolakan terhadap segala bentuk otoritarianisme.
Baca Juga  Pemerintah Segel 11 Titik Terpapar Radiasi Cesium-137 di Serang, LHK dan Bapeten Lakukan Dekontaminasi

Dalam orasi-orasi yang bergantian dilakukan, para ketua BEM dari berbagai universitas menyampaikan aspirasi kolektif mahasiswa. Salah satunya adalah Ketua BEM Universitas Andalas, yang berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dan menerima tuntutan mahasiswa secara terbuka tanpa tindakan represif.

Suasana aksi yang diselenggarakan pada Senin, 28 Juli 2025 berlangsung damai dan tertib meskipun sempat terjadi dorong-dorongan kecil. Aparat tetap bersiaga namun mengedepankan pendekatan persuasif. Mahasiswa terlihat membawa spanduk dan membacakan tuntutan secara bergantian.

Para mahasiswa berharap aksi ini menjadi momentum kebangkitan kesadaran publik terhadap persoalan bangsa dan mendorong pemerintah untuk lebih responsif terhadap suara rakyat. Mereka juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga semangat demokrasi dan memperjuangkan keadilan secara konstitusional.

Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Taman Puring, Ratusan Kios Hangus Terbakar

Baca juga: Polda Metro Jaya Naikkan Status Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi ke Tahap Penyidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *